nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upacara Melasti, Ratusan Umat Hindu Padati Telaga di Lereng Gunung Lawu

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 17:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 11 512 1871047 upacara-melasti-ratusan-umat-hindu-padati-telaga-di-lereng-gunung-lawu-Dqomo0ILxr.jpg

KARANGANYAR - Ratusan umat Hindu memadati telaga Madirda di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, menggelar upacara Melasti. Ritual pensucian diri dan lingkungan ini digelar menyambut datangnya hari raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu 17 Maret 2018.

Pantauan Okezone, meski hujan gerimis mengguyur telaga yang terletak di lereng Gunung Lawu,tak menyurutkan semangat umat Hindu untuk beribadah. Sejak pukul 8.30 WIB, ratusan umat mulai berdatangan. Beragam sesaji berupa hasil bumi seperti beras,buah-buahan mereka bawa.

Aneka sesaji yang selanjutnya diletakan di altar ini sebagai wujud rasa syukur serta simbol kepasrahan diri pada Tuhan yang telah berkah serta kasih sayang pada umat manusia. Dengan berpakaian serba putih, dengan hidmat, warga hindu ini mengikuti prosesi upacara Melasti.

Upacara diawali dengan dibunyikannya lonceng oleh pendeta Hindu, Jero Mangku Pasek. Doa-doa serta kidung puji pujian pun bergema. Usai pembacaan doa, setiap kepala jemaah diciprati air oleh sang pendeta. Para pemeluk Hindu meyakini,bahwa air yang telah didoakan oleh pendeta tersebut dapat membersihkan dosa-dosa yang dilakukan semasa hidup.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Karanganyar, Widadi Nur Widioko, mengatakan upacara Melasti digelar sesuai dengan ungkapan Agama Hindu untuk upacara ini, yakni desa, kala, dan patrayang artinya tempat, waktu,dan keadaan.

Melasti,ungkap Widadi, berasal dari kata Male dan Letah. Dalam Agama Hindu, Male mengandung arti kekotoran, sementara letah artinya manusia. Maka, upacara Melasti ini bertujuan untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk manusia.

“Seperti tamak dan sombong yang merugikan diri sendiri dan orang lain itu dibersihkan. Agar saat perayaan Nyepi nanti bisa sukses,” kata Widadi usai upacara.

Usai pembacaan doa, sesaji yang telah disiapkan kemudian dilarung ke Telaga Madirda yang merupakan salah satu objek wisata di Kecamatan Ngargoyoso.

Menurut Widadi, makna dari larung sesaji ini adalah segala sesuatu yang telah diambil manusia dari alam harus dikembalikan lagi ke tempat semula, yakni alam agar dapat tercipta keseimbangan kehidupan.

Widadi menjelaskan,ada tiga unsur penting yang telah diambil manusia dari alam, yakni air, tanah, dan sinar surya. Ketiga unsur tersebut merupakan unsur yang sangat dibutuhkan oleh umat manusia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini