nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putin Perintahkan Pesawat Penumpang Turki Ditembak Jatuh pada 2014

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 18:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 12 18 1871533 putin-perintahkan-pesawat-penumpang-turki-ditembak-jatuh-pada-2014-MWdc7Ipahy.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Sergei Karpukhin/Reuters)

MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin, ternyata pernah memerintahkan untuk menembak jatuh sebuah pesawat penumpang asal Turki pada 2014. Ia meyakini pesawat tersebut sedang membawa bom untuk menargetkan pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2014 yang berlangsung di Sochi.

Fakta itu terungkap dalam sebuah film dokumenter berjudul ‘Putin’. Dalam film, pria asal Saint Petersburg itu mengaku menerima telefon dari seorang ofisial keamanan Olimpiade Musim Dingin 2014 jelang upacara pembukaan bahwa ada pembajakan pesawat yang mengangkut 110 orang penumpang.

“Saya diberi tahu: sebuah pesawat dibajak saat terbang dari Ukraina ke Istanbul. Para pembajak meminta pesawat mendarat di Sochi,” ujar Presiden Vladimir Putin dalam film tersebut, mengutip dari Time, Senin (13/2/2018).

Pesawat milik maskapai Pegasus Airlines itu terbang dari Kharkiv, Ukraina, menuju Istanbul, Turki. Pilot mengatakan seorang penumpang mengaku membawa bom dan meminta pesawat Boeing 737-800 itu harus berputar arah ke Sochi di mana 40 ribu orang berkumpul untuk upacara pembukaan.

Vladimir Putin memerintahkan pesawat itu ditembak jauh sesuai dengan protokol keamanan yang direkomendasikan oleh pejabat keamanan Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.

“Saya katakan: bertindak sesuai rencana,” imbuh mantan agen KGB itu.

Beberapa menit kemudian, Putin mendapat informasi bahwa informasi tersebut palsu. Penumpang yang mengancam itu diketahui sedang mabuk dan pesawat akan melanjutkan perjalanan ke Turki. Melansir dari Reuters, juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengonfirmasi perkataan Vladimir Putin dalam film tersebut. 

Film dokumenter berjudul ‘Putin’ itu memiliki durasi total 2 jam. Bagian pertama film itu diunggah ke sejumlah akun media sosial, termasuk milik manajer salah satu media pemerintah, Dmitry Kiselyov. Film beredar hanya beberapa hari menjelang pemilihan umum Rusia pada 18 Maret mendatang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini