Insiden di Bogowonto, JK: Harusnya Siswa PAUD dan TK Tak Berwisata Naik Tank

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 06:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 12 337 1871194 kecelakaan-di-sungai-jk-harusnya-siswa-paud-dan-tk-tak-berwisata-naik-tank-5SYCIDzz4s.jpg Wapres JK.

JAKARTA - Tank atau kendaraan lapis baja milik TNI AD terperosok dan tenggelam saat mengangkut sejumlah siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) dalam kegiatan outbound di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu 10 Maret 2018. Dua orang tewas dalam kejadian itu yakni anggota TNI Pratu Randi Suryadi dan Kepala PAUD Ananda Iswandari.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyayangkan atas insiden tersebut. Menurut JK, siswa PAUD dan TK tidak diajak berwisata menggunakan kendaraan tempur tersebut.

"Seharusnya siswa PAUD dan TK tidak diajak berwisata menggunakan tank," kata JK di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu 11 Maret 2018.

(Baca juga: Tank TNI yang Tenggelam di Sungai Bogowonto Ternyata Bukan Jenis Amfibi)

Menurut JK, wisata edukasi menaiki kendaraan tempur seperti tank, merupakan hal yang biasa dilakukan. Namun hal itu dianggapnya kurang pas ditujukan untuk siswa Paud dan TK. "Biasa, kalau ada acara orang-orang naik di atas tank. Tapi, anak PAUD itu terlalu kecil, jangan dilakukan," tutur JK.

(Lokasi kejadian)

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tank di sungai berada di belakang Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad itu mengakibatkan dua orang meninggal. Peristiwa nahas itu bermula dari kegiatan outbound anak-anak TK dan Paud yang salah satu kegiatannya yaitu berkeliling asrama menggunakan Ranpur.

(Baca juga: Tank TNI Tenggelam di Bogowonto Purworejo, Kostrad Akui Bertanggung Jawab)

Kronologi kejadian berawal saat puluhan anak-anak itu diajak ke garasi untuk dikenalkan dengan kendaraan lapis baja tersebut. Selanjutnya dengan menaiki tiga tank, mereka menuju Sungai Bogowonto. Setiap tank dinaiki sekira 20 penumpang.

Tank pertama dan ketiga berhasil berjalan mulus. Nahas, tank kedua yang diawaki lima anggota TNI dan 17 penumpang terdiri 16 siswa serta satu guru, tergelincir hingga tenggelam.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini