nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyaris Tak Bisa Kuliah, Mawaddah Anindya Kini Jadi Wisudawan Terbaik

Shara Nurachma, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 12:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 12 65 1871555 nyaris-tak-bisa-kuliah-mawaddah-anindya-kini-jadi-wisudawan-terbaik-uopCK8esaC.jpg Foto: Dok Unair

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Vokasi, Mawaddah Anindya Estiningtyas, sukses dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Vokasi dengan IPK 3,87. Ia benar-benar tak menyangka bisa mewujudkan mimpi menjadi wisudawan terbaik. Sebab ia nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Mawaddah Anindya memiliki pengalaman tak terlupakan saat awal perjalanan memasuki kuliah. Aa saat itu amat senang dan bangga melihat namanya dinyatakan diterima di Unair, namun di sisi lain ia kebingungan ketika menyadari minimnya biaya yang mampu diberikan orang tuanya untuk membayar perkuliahan.

“Waktu itu hampir saja orang tua memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan kuliah. Setelah berusaha, akhirnya pada hari terakhir pembayaran, salah satu teman ayah saya membantu membiayai pendaftaran tersebut. Dan untung saja pihak rektorat memberikan saya dan orang tua keringanan waktu untuk membayar biayanya,” ungkapnya seperti dilansir dari laman Unair, Selasa (13/3/2018).

Hal itupun dijadikan semangat oleh Mawaddah untuk terus bertekad kuat agar lulus lebih cepat yang kini akhirnya terwujud. Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik hanya dalam waktu 2,5 tahun.

“Untuk mewujudkan mimpi itu, saya benar-benar memantapkan hati dan menata niat. Dalam masa perkuliahan, saya selalu berusaha untuk tidak membolos dan selalu masuk tepat waktu sebelum dosen datang, karena selalu ingat perjuangan orang tua membiayai sekolah saya,” kenangnya.

Tak hanya sukses menjadi wisudawan terbaik degan IPK tinggi, Mawaddah juga cukup berprestasi selama masa kuliahnya. Ia pernah menjadi Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) Vokasi 2016, pernah menjajaki kompetisi pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Vokasi 2016, serta Lolos menjadi 20 Besar Duta Vokasi 2016.

Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi yaitu menjadi staf Divisi Infokom HIMA Teknisi Perpustakaan 2016-2017, Anggota Kumpul Dongeng Surabaya, dan Staf BKM (BSO Kemakmuran Masjid) UKMKI 2016-2017.

Menurut Mawaddah, selain memperjuangkan nilai akademis mahasiswa juga perlu mengikuti organisasi. Mahasiswa juga harus selalu percaya diri saat mengikuti kegiatan, namun percaya diri bukan berarti sombong. Terakhir, Mawaddah juga berpesan kepada seluruh rekan mahasiswa bahwa mahasiswa tidak perlu takut untuk melangkah.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini