Lelah Diprotes Mantan Prajurit, China Bentuk Kementerian Urusan Veteran

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 00:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 13 18 1872167 lelah-diprotes-mantan-prajurit-china-bentuk-kementerian-urusan-veteran-B5uyXsXNif.JPG Ilustrasi tentara China (Foto: Thomas Peter/Reuters)

BEIJING – Pemerintah China memutuskan untuk membentuk Kementerian Urusan Veteran sebagai bagian dari reshuffle yang diajukan ke parlemen. Pembentukan kementerian itu ditujukan guna memberikan pelayanan lebih baik kepada mantan tentara yang terus mengeluhkan perlakuan buruk negara.

Kementerian Urusan Veteran akan memusatkan tugasnya pada pemberian perumahan serta mencarikan pekerjaan baru bagi mantan tentara. Tugas tersebut sebelumnya diemban Kementerian Urusan Sipil, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Keamanan Sosial, serta Komite Sentral Militer.

Melansir dari Reuters, Rabu (14/3/2018), veteran militer China menggelar dua hari demonstrasi di Beijing pada Februari 2017 dengan tuntutan pembayaran uang pensiun yang tertunda. Unjuk rasa itu menjadi puncak dari masalah penanganan China kepada tentara yang dipensiunkan dari tugasnya.

Presiden Xi Jinping mengumumkan pada 2015 bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengurangi pasukan sebesar 300 ribu orang. Pengurangan dimaksudkan untuk penggunaan anggaran pertahanan yang lebih efisien pada 2017.

Perdana Menteri China, Li Keqiang, menyatakan bahwa upaya pengurangan prajurit itu sudah hampir berhasil. Negeri Tirai Bambu berharap kebijakan itu dapat memberikan kelonggaran pada anggaran pertahanan sehingga bisa digunakan lebih banyak untuk pemutakhiran senjata bagi Angkatan Laut dan Udara.

Perlakuan yang buruk terhadap pensiunan tentara sudah menjadi isu lama di China hingga beberapa kali memicu unjuk rasa. Lebih dari 1.000 orang veteran tentara pernah berunjuk rasa di Kementerian Pertahanan pada 2016. Tidak hanya itu, unjuk rasa juga menyebar di wilayah lain hampir setiap bulan.

Sejumlah pengunjuk rasa dilakukan oleh tentara yang dipaksa pensiun termasuk mereka yang terlibat pada perang Vietnam 1979, keterlibatan China terakhir di tanah asing. Fokus utama unjuk rasa selalu mengenai tunjangan atau uang pensiun setelah tidak lagi aktif bertugas.

BACA JUGA: China Naikkan Anggaran Pertahanan Jadi Rp2.409 Triliun

Pemerintah China pekan lalu mengumumkan kenaikan anggaran pertahanan menjadi 1,11 triliun yuan (setara Rp2.409 triliun). Dana sebesar itu akan digunakan untuk mengembangkan kemampuan militer, termasuk memperbarui pesawat siluman, pesawat transportasi militer, serta rudal anti-satelit.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini