nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revitalisasi Politeknik, Sistem Drop Out Akan Dihapus

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 65 1871986 revitalisasi-politeknik-sistem-drop-out-akan-dihapus-Rnbe9JBIOv.jpg Foto: Avirista/Okezone

KOTA BATU - Politeknik selama ini menjadi bagian dari pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Namun karena kurang mendapat perhatian pemerintah, banyak dari politeknik yang belum menjadi pilihan utama masyarakat meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Menanggapi hal itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta politeknik seluruh Indonesia untuk melakukan revitalisasi.

Menurutnya, selama ini pendidikan di politeknik yang hanya di D-3 akan diperbaiki multientri dan multiexit, mulai dari tingkat D-1, D-2, D-3 sampai D-4.

Nasir menambahkan, jika selama ini mahasiwa yang masuk di tahun pertama akan mendapat KKN di tahun ketiga, maka kedepan akan diubah. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mempunyai pilihan kuliah langsung kerja.

"Jadi tidak istilah DO (drop out). Nol DO itu yang harus kita lakukan. Jika itu dilakukan akan lebih baik," ungkap Nasir saat rapat koordinasi Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) di Kota Batu, tadi malam.

Selain itu, ia juga meminta politeknik negeri bekerjasama baik dengan perguruan tinggi luar negeri agar para mahasiwa bisa mendapatkan pendidikan di dalam dan luar negeri melalui beasiswa.

Menurutnya, salah satu beasiswa yang bisa dimanfaatkan yakni dari negara Taiwan yang sudah bekerjasama dengan Indonesia. Dengan kuota penerima mencapai 6 ribu orang di tahun pertama.

"Jika terpenuhi (beasiswa) akan ditambah lebih besar. Ini harus kita genjot, maka direktur (politeknik negeri) hari ini kami kumpulkan," ujarnya.

Ia juga meminta tahun ini para direktur politeknik negeri bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Taiwan untuk bekerjasama, supaya para mahasiwa bisa disiapkan ke perguruan tinggi di Taiwan.

"Di Taiwan sama masuk kampus sekaligus masuk industri. Taiwan juga mendapat keuntungan sumber daya yang baik, anak didik kita dapat pendidikan yang baik," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini