Mobil Listrik Karya Mahasiswa UB Raih Prestasi di Shell Eco Marathon 2018

Shara Nurachma, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 15:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 65 1872003 mobil-listrik-karya-mahasiswa-ub-raih-prestasi-di-shell-eco-marathon-2018-uwTTaNxPCD.jpg Foto: Dok UB

JAKARTA - Mobil listrik Apatte 62 Brawijaya milik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) meraih juara 4 untuk kategori Urban Concept tipe energy Battery-Electric pada kompetisi mobil hemat energi se-Asia Pasifik Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018 di Changi Exibhition Centre, Singapura.

Dalam kesempatan itu, UB menurunkan mobil bernama Marsella3 Evo 1 untuk SEMA tahun ini. Mobil ini berhasil mencapai 93.5 Km/Kwh dari total 5 race yang telah dijalani.

Sementara UB menempati peringkat 4, peringkat 1 berhasil didapatkan Lac Hong University (LH-EST) dengan jarak 129km/kWh, peringkat 2 oleh Institut Teknologi Sepuluh November (Nogogeni ITS Team 1) sejauh 125km/Kwh, dan Universitas Pendidikan Indonesia (Bumi Siliwangi Team 4) dengan 108km/kWh. Untuk peringkat 5 diduduki oleh Kookmin University South Korea (Kookmin Racing) dengan jarak 93 km/Kwh.

“Alhamdulillah peringkat meningkat dari tahun kemarin. Semoga ke depan kami bisa menyumbang lebih baik lagi bagi almamater,” ujar Ketua Brawijaya Team, Dana Damara, seperti dilansir dari laman UB, Selasa (13/03/2018).

Shell Eco Marathon sendiri merupakan kompetisi otomotif global yang diadakan oleh bisnis bahan bakar terkemuka, Shell. Kompetisi ini menantang mahasiswa seluruh dunia untuk merancang, membangun, dan mengemudikan kendaraan hemat energi karya sendiri. Dalam Shell Eco Marathon terdapat dua kompetisi, yakni traditional mileage challenge di mana tim akan berkompetisi merancang kendaraan dengan jarak tempuh terjauh dengan jumlah bahan bakar terkecil dan juga mileage challenges yang menyediakan dua pilihan kategori, prototype dan urban concept.

Untuk kategori prototype, tim akan merancang kendaraan futuristik dan aerodinamis. Sementara urban concept menampilkan kendaraan yang ekonomis dan inovatif yang menyerupai mobil biasa di jalan. Tim akan bersaing dengan sumber energi pilhan masing-masing, bahan bakar internal (bensin, solar, etanol/biofuel), baterai-listrik, atau hydrogen fuel cell. Ada lebih dari 120 tim dari 18 negara Asia Pasifik yang bertanding pada SEMA 2018 yang juga merupakan acara puncak make the future Singapore ini.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini