nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keponakan Setnov Siap Dipertemukan dengan mantan Anak Buahnya soal Kode Suap Uang E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 12:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872537 keponakan-setnov-siap-dipertemukan-dengan-mantan-anak-buahnya-soal-kode-suap-uang-e-ktp-c9foGqCERl.jpg Sidang Kasus Setya Novanto (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi mengaku siap dipertemukan lagi dengan mantan anak buahnya, Muhammad Nur alias Ahmad. Dia siap dikonfrontir terkait adanya kode suap jenis minuman alkohol untuk menyamarkan uang dugaan korupsi e-KTP.

"‎Saya siap dikonfrontir dengan Ahmad maupun Iwan (Barala)," kata Irvanto saat bersaksi untuk terdakwa perkara dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

 (Baca: KPK Periksa Setnov untuk Proses Penyidikan Keponakannya)

Keponakan Setnov tersebut membantah pernah memberikan kode suap nama-nama merk minuman beralkohol untuk menyamarkan amplop yang diduga berisi uang korupsi e-KTP sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Ahmad.

"Enggak betul yang mulia. Ahmad yang beri keterangan itu," terangnya.

Sebelumnya, Pegawai PT Murakabi Sejahtera, Muhammad Nur alias Ahmad mengungkapkan adanya dugaan kode yang digunakan untuk menyamarkan uang panas proyek e-KTP. Uang tersebut disamarkan dengan menggunakan kode jenis-jenis minuman alkohol.

Berdasarkan kesaksian Ahmad, kode tersebut digunakan untuk menyamarkan uang panas proyek e-KTP yang diduga akan diberikan kepada orang-orang di senayan. Diduga, uang itu akan diberikan untuk anggota DPR.

 (Baca juga: Setya Novanto Gali Informasi Keponakannya sebagai Kurir Uang Andi Narogong)

Ahmad mengaku sempat mendengar adanya permintaan dari bosnya, Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang akan mengubah sebutan biru, kuning dan merah dengan nama jenis-jenis alkohol.

"Waktu itu terakhir Pak Irvanto (ngasih) kertas selembar, dia bilang ini buat senayan dan mengganti dengan kode-kode biru dan kuning dengan nama minuman (alkohol)," kata Ahmad saat bersaksi untuk terdakwa perkara korupsi proye e-KTP, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.

Ahmad membeberkan, awalnya Irvanto menunjukkan kertas selembar yang berisi sejumlah catatan menggunakan kode minuman alkohol. Catatan tersebut diduga berisikan uang untuk dibagikan kepada‎ anggota DPR.

"Saya melihat agak sekilas, dia bilang sih pokoknya merah dengan Macwayer, kuning dengan Chivas Regal, ‎dan biru dengan vodka. Ditulis Irvanto di kertas selembar," paparnya.

Tak sampai disitu, sambung Ahmad, Irvanto juga mencacat pembagian jumlah uang yang diduga untuk para fraksi di DPR. Sayangnya, Ahmad mengaku lupa dengan jumlah uang yang didugakan akan dibagikan ke tiga fraksi di DPR.

"Saya agak lupa. Saya enggak terlalui liat ada pembagian cuma kode-kode aja," pungkasnya.

‎Sebagaimana dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, ada tiga partai besar yang disebut menerima uang panas e-KTP. Tiga partai besar tersebut yakni, Partai Golkar sebesar Rp150 miliar, Partai Demokrat sebesar Rp150 miliar, dan untuk PDIP, sejumlah Rp80 miliar.

Namun demikian, ketiga partai tersebut disamarkan menggunakan kode warna. Warna merah sendiri ditujukan untuk PDIP, kuning untuk Golkar, dan biru untuk Partai Demokrat.‎

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini