nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panglima TNI Janji Akan Terbuka soal Hasil Investigasi Kecelakaan Alutsista

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 12:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872544 panglima-tni-janji-akan-terbuka-soal-hasil-investigasi-kecelakaan-alutsista-EF1nu94uou.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berjanji akan terbuka mengungkapkan hasil penyelidikan investigasi tenggelamnya Tank di Sungai Bogowonto Purworejo, dan kapal motor cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.

Hadi melanjutkan hingga saat ini, jajarannya masih memerlukan waktu untuk melakukan pemeriksaan atas kejadian yang menimpa dua alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI itu.

"Kami akan terbuka menyampaikan apakah permaslaahan manusia atukah teknis sehingga tim sampai hari sedang bekerja terus baik yang di Bogowonto maupun Kepulauan Seribu," kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018).

 (Baca: Komisi I DPR Minta TNI Utamakan Aspek Keselamatan Sebelum "Pamer" Alutsista)

Hadi melanjutkan, untuk tenggelamnya kapal di kepulauan Seribu, rencananya kapal akan diangkat untuk mengetahui permasalahan tenggelamnya kapal tersebut. Sehingga diketahui penyebabnya kejadian kecelakaan itu apa.

Sedangkan untuk tank di Sungai Bogowonto sendiri mekanismenya tidak jauh berbeda. Tim dari TNI akan melakukan investigasi mendalam mengetahui penyebab karamnya tank yang tengah mengangkut belasan pelajaran Taman Kanak-kanak itu.

"Itu bagian dari proses investigasi hasilnya apakah sudah sesuai dengan aturan dan sebagainya itu nanti hasil penyelidikan karena jelas terjadinya pergerakan tank itu akan diurut ini dari mana asalnya perintahnya, dari tim investigasi nanti," papar Hadi.

 (Baca juga: Soal Kecelakaan Tank dan Kapal, Panglima TNI: Masih Proses Investigasi)

Kecelakaan Tank di Purworejo itu menewaskan satu prajurit TNI AD Pratu Randi dan ketua yayasan TK Ananda, Iswandari. Mereka berdua tewas karena terseret arus dari Sungai Bogowonto.

Sementara untuk kapal TNI yang tenggelam di Pulau Seribu, beruntung tidak ada korban jiwa yang melayang akibat insiden tersebut.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini