Di Hadapan Komisi III DPR, Tito Tegaskan Satgas Antipolitik Uang Tak Incar Pihak Tertentu

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 14:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872606 di-hadapan-komisi-iii-dpr-tito-tegaskan-satgas-antipolitik-uang-tak-incar-pihak-tertentu-iWOTARteAM.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama jajarannya saat raker dengan Komisi III DPR (Foto: Antara)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa Satgas Antipolitik Uang yang dibentuknya tidak untuk mengincar pihak-pihak tertentu yang maju dalam Pilkada 2018. Menurutnya, pembentukan Satgas itu upaya untuk mengurangi kejahatan politik uang.

"Kemudian satgas money politik tujuannya tidak ingin mentarget pihak tertentu partai tertentu tidak, tapi untuk mengurangi dampak politik uang dalam rangka pilkada," kata Tito dihadapan Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

 (Baca: Polri: 12 Februari Satgas Anti Money Politic dan SARA Mulai Bertugas)

Tito melanjutkan, dirinya sudah sempat memaparkan alasannya membentuk Satgas Antipolitik Uang kepada pimpinan DPR beberapa waktu lalu. Tito berpandangan, sistem Pilkada saat ini masih memberikan celah untuk pihak tak bertanggung jawab melakukan kecurangan melalui politik uang.

"Tapi disisi lain kami dari Polri ada juga beberapa dampak negatifnya diantaranya potensi konflik seperti yg terjadi," ucap Tito.

Terkait pencegahan politik uang, Tito menyatakan bahwa sinergitas Polri dan KPK sudah berjalan dengan baik. Dia menyatakan, lembaga antirasuah sudah melakukan beberapa tangkap tangan terhadap beberapa calon kepala daerah.

Kemudian Polri, kata Tito juga sudah melakukan operasi tangkap tangan kepada Panwaslu dan KPUD Garut yang diduga menerima suap dari salah satu pasangan calon.

 (Baca juga: Terkait Satgas Politik Uang, Kapolri: Saya Sudah Sampaikan pada Pimpinan KPK)

"Saya kira dari KPK sudah melakukan OTT dari Polri juga satu kali melaksanakan OTT, kepada Panwaslu dan KPUD yang diduga menerima suap dari paslon tertentu," kata Tito.

"Sekali lagi ini tujuannya hanya untuk mereduce dan match tanpa bermaksud berpihak pada partai manapun juga," ujar Tito mengakhiri.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini