Teror Penyidik KPK dari Bom Molotov hingga Mobil Disiram Air Keras

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872617 teror-penyidik-kpk-dari-bom-molotov-hingga-mobil-disiram-air-keras-Dt91Izs2Pj.jpg Ketua Umum KPK Agus Raharjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo angkat bicara terkait adanya dua penyidik KPK lainnya yang dikabarkan turut menjadi korban teror oleh oknum tertentu. Menurut Agus, kejadian tersebut telah berlangsung lama.

"Oh itu kejadiannya sudah lama. Jadi ada yang mobilnya disiram air keras. Kalau satu lagi terus terang saya belum tau, tetapi yang mobilnya itu kalau enggak salah juga penyidik senior. Malah ada yang rumahnya dilempari bom molotov, itu ada," ujar Agus, Rabu (14/3/2018).

Meski demikian, Agus enggan membeberkan secara jelas siapakah dua penyidik senior KPK tersebut yang turut menjadi korban teror oknum tertentu. Agus pun secara jelas menolak berkomentar lebih saat pihak Komnas HAM meminta KPK untuk mengungkap kasus teror terhadap dua penyidik lainnya tersebut. "Nanti dilihat saja, anda kalau buka-buka berita lama pasti ketemu," kata Agus.

Kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menyatakan, penyerangan air keras bukan hanya dilakukan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan saja. Melainkan dua penyidik KPK lainnya turut menjadi korban.

“Ada dua pegawai KPK yang juga disiram air keras mobilnya, kemudian juga ada perusakan terhadap barangnya terkait tugas-tugasnya di KPK ketika mereka menyelidik kasus-kasus yang sensitif dan terkait dengan orang kuat,” ujar Alghiffari beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Alghiffari tidak mau membeberkan identitas kedua penyidik KPK yang turut menjadi korban. Alasannya adalah aspek keselamatan dari penyidik tersebut, sehingga lebih baik KPK lah yang mempublikasikannya.

“Mengenai kasus yang ditangani saya kira itu lebih baik ditanyakn ke KPK, jadi apa yang dialami oleh penyidik atau penyelidik tidak hanya kasus Novel dan tidak hanya 2 penyidik dan penyelidik. Yang lain adalah ternyata ada banyak lain dan ini tidak dibuka oleh KPK ke piblik.” pungkasnya.

Novel sendiri menjadi korban teror penyiraman air keras di wajahnya oleh orang yang tidak dikenal pada 11 April 2017 lalu di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya Novel menjalani perawatan selama sepuluh bulan ‎lebih di salah satu rumah sakit mata di Singapura. Novel pun telah menjalani satu kali operasi besar dan juga operasi-operasi kecil terhadap kedua matanya. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penyiraman yang belum diketahui identitasnya tersebut.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini