Tangkal Politik Uang, Kapolri Pamer Sinergitas 3 Instansi Penegak Hukum

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 14:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872632 tangkal-politik-uang-kapolri-pamer-sinergitas-3-instansi-penegak-hukum-SGaGPDTn0v.jpg Kapolri Tito Karnavian (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memamerkan sinergitas antara Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menangkal politik uang di Pilkada serentak 2018.

Tito menyebut bahwa, sinergitas antara tiga lembaga penegak hukum ini dimulai dari proses pencegahan. Oleh karena itu, dia merasa optimis praktik kampanye uang akan berkurang.

"Kemudian siergisitas penegak hukum dalam penanganan tindak pindana korupsi ini sudah kami bangun kerja sama terutama dengan KPK dan Kejaksaan kami meminta juga untuk merperkuat sistem pencegahan," kata Tito dihadapan Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Ketiga lembaga itu, kata Tito selama ini menggunakan metode Hit and Run, atau ditangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) dan akan diproses sampai selesai.

Setelah Hit and Run, Tito juga menggunakan metode Fit and Fix. Hal itu bertujuan untuk mencari masalahnya sampai ke akar dan memperbaiki kedepannya agar tidak kembali terjadi.

"Jadi kalau sudah ditangkap di proses cari akar masalahnya apa perbaiki supaya tidak terulang. Disamping lebih mengedepankan langakah pencegahan disamping selain pemberantasan yang selama ini mungkin cukup intens," papar Tito.

Tito mengklaim, selama ini pihaknya telah memberikan dukungan secara penuh kepada KPK saat melakukan operasi penindakan. Dia berjanji akan memberikan dukungan yang maksimal kepada lembaga antirasuah itu untuk menegakan hukum di Indonesia.

"Ada bahkan beberap oprerasi yang kami lakukan dengan sistem operasi bersama atau join investigation karena KPK juga memiliki kewenagan untuk melalukan supervisi sehingga ada koordinator supervisi kepada kepolisian yaitu memungkinkan untuk melakukan join investigation," tutup Tito.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini