KPK Sita Uang Suap Tahap Pertama di Rumah Hakim PN Tangerang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 18:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872777 kpk-sita-uang-suap-tahap-pertama-di-rumah-hakim-pn-tangerang-kMQURlKCzt.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang dugaan suap untuk Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, ‎Wahyu Widya Nurfitri sebesar Rp7.450.000. Uang tersebut disita dari rumah Hakim Wahyu Widya yang digeledah tim penyidik KPK sejak kemarin hingga hari ini.

Selain menggeledah rumah Hakim Wahyu Widya, tim penyidik juga menggeledah Kantor Hakim Wahyu Widya dan panitera pengganti, Tuti Atikah di Pengadilan Negeri Tangerang, rumah dinas, serta kantor pengacara di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"‎Penyidik kemarin hingga dini hari melakukan kegiatan penggeledahan di tiga lokasi itu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

 (Baca: KPK Putuskan Nasib 7 Orang Termasuk Hakim Kena OTT di PN Tangerang, Hari Ini)

KPK menerjunkan tiga tim untuk melakukan serangkaian penggeledahan secara paralel. Dari kediaman Hakim Wahyu Widya di Komplek Kehakiman Tangerang, tim menemukan uang dugaan suap tahap pertama sebesar Rp7.450.000.

"Dari ruimah dinas Hakim WWN ditemukan bagian dari uang yang diduga merupakan penerimaan pertama sebesar Rp7.450.000 dalam amplop coklat yang bertuliskan nama Kantor Hukum salah satu tersangka," pungkas Febri.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap pemulusan putusan perkara perdata yang sedang berproses di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Empat tersangka tersebut yakni, Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri; Panitera Pengganti PN Tangerang, Tuti Atika; dan dua orang Advokat, Agus Wiratno serta HM Saipudin.

 (Baca juga: Usai Diperiksa, Hakim PN Tangerang Langsung Ditahan KPK)

Dalam perkara ini, dua Advokat, Agus Wiratno dan HM Sa‎ipuddin diduga menyuap Ketua Majelis Hakim, Wahyu Widya Nurfitri sebesar Rp30 Juta. Uang suap Rp30 juta tersebut diduga untuk memuluskan gugatan perdata perkara wanprestasi yang sedang berproses di PN Tangerang.

Uang Rp30 juta tersebut diberikan oleh Agus Wiratno dalam dua kali tahapan. Pada tahap pertama, Agus menyerahkan Rp7,5 Juta sebagai dp atau tanda jadi pada 7 Maret 2018. Sedangkan sisanya, diberikan ‎pada 12 Maret 2018, kemarin.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Wahyu Widya dan Tuti disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pihak yang diduga pemberi suap, Agus dan HM Saipudin disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini