nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI-Polri Dua Hari Mengintai Sebelum Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 07:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 338 1872399 tni-polri-dua-hari-mengintai-sebelum-gerebek-lokasi-pengoplosan-gas-di-tangsel-sAWaKGDLlE.jpg Lokasi pengoplosan gas elpiji 3 kg di Tangsel. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Para pelaku pengoplosan tabung gas bersubsidi 3 kilogram (kg) kerap menjadikan wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai lokasi dalam menjalankan bisnis haramnya. Banyaknya lahan kosong yang dikelilingi hutan belukar membuat mereka leluasa menyuntikkan ribuan tabung gas secara ilegal tanpa rasa khawatir.

Guna menjaga kerahasiaan praktik pengoplosan gas elpiji, aktor penyandang dana usaha tersebut rutin meminta anak buahnya berpindah-pindah tempat, meski harus dengan menyewa lahan sekalipun. Bahkan diduga, mereka turut melibatkan oknum warga sekitar untuk turut "mengamankan" usahanya itu.

Pihak TNI dan Polri sempat kesulitan mengendus jejak pelaku, pasalnya laporan informan yang ada menyebutkan bahwa lahan operasi pengoplosan gas elpiji berada di wilayah Kranggan, Setu, Tangsel. Setelah ditelusuri, ternyata area tersebut sudah kosong dan para pelaku berpindah ke lokasi baru di Kampung Sentul, RT 09 RW 10, Ciater, Serpong.

"Informasi lokasi yang kita dapat itu lahan mereka di Kranggan, tapi ternyata itu sudah digerebek sebelumnya, sebagian pelakunya lolos dan berpindah lokasi ke Kampung Sentul ini," terang Letnan Dandim 0506 Tangerang Kolonel Infanteri M I Gogor AA kepada Okezone, Selasa 13 Maret 2018.

(Baca: TNI-Polri Gerebek Penyuntikan Ribuan Tabung Gas di Tangsel, 7 Pelaku Ditangkap)

Mengetahui para pelaku baru beroperasi di Kampung Sentul, anggota TNI-Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibmas segera melakukan pengintaian. Tidak mudah untuk bisa menembus lahan seluas sekira 300 meter persegi yang dijadikan lapak pengoplosan gas elpiji tersebut.

Area itu berada sekira 50 meter dari tepi Jalan H Jamat. Diapit rumah besar dan bedeng pabrik tahu di kiri serta kanannya, akses masuk menuju pengoplosan gas nyaris tak terlihat seperti mulut gang. Belum lagi, ada rimbunan semak belukar yang menutupi bagian sisi jalan tersebut.

"Babinsa dan Babinkamtibmas memberikan laporan bahwa di lokasi ini (Kampung Sentul) dicurigai dijadikan lahan baru pelaku. Tapi kita belum berani mengambil tindakan, karena harus kita pastikan dulu satu sampai dua hari, anggota saya mengintai di sana," ujar Gogor.

Dalam pengintaian, terlihat beberapa orang diduga sebagai penjaga dari pengoplosan gas yang berada di warung kopi seberang mulut gang. Mereka serius mengawasi gerak-gerik siapa pun yang akan masuk ke jalur lahan tersebut.

"Tim kami harus hati-hati, karena ada juga orang mereka yang mengawasi di warung pinggir jalan. Tim kita menggerebek dari arah belakang rimbunan semak belukar itu. Jadi, ada juga personel yang mengalihkan perhatian mereka di depan. Ada juga yang bergerak senyap dari belakang," imbuhnya.

(Baca: Polisi Lacak Aktor di Balik Bisnis Haram Pengoplosan Gas di Tangsel)

Saat digerebek, puluhan pekerja terlihat sedang menyuntik gas 3 kg ke tabung ukuran 12 kg dan 40 kg. Menyadari ada personel TNI-Polri yang datang menyergap dari rerimbunan belukar, para pekerja pengoplos gas lari tunggang-langgang ke berbagai arah.

"Saat kita sergap, ada puluhan yang sedang menyuntik gas. Ada yang lolos sekira 10-an orang, karena itu lokasinya kan di bagian sisinya banyak semak dan pohon rimbun. Mereka ada yang loncat ke sana dan melarikan diri," ungkap Gogor.

Ketika penggerebekan pada Sabtu 10 Maret 2018 malam itu, petugas mengamankan tujuh pelaku di lokasi pengoplosan gas. Mereka adalah Ahmad Yani (37), Mulyadi (36), Deden (29), Rahmat Hidayat (40), Sofyan (28), Fauzi (40), dan Suharja (42). Sedangkan barang bukti yang disita berupa 1.340 tabung gas elpiji 3 kg, 120 gas 12 kg, dan 17 gas 40 kg.

Beberapa kendaraan dan peralatan yang digunakan para pelaku juga disita petugas, yakni 1 Mitsubishi Fuso Colt Diesel B 9113 NYU, 1 Pikap Suzuki APV B 9808 EAE, Suzuki Carri Futura B 9964 NAL, 1 Suzuki Carri Futura B 9993 BUA, 1 Mitsubishi Fuso Colt Diesel B 9227 PDD, 6 sepeda motor, 30 balok es industri, serta 107 selang suntik gas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini