nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Esthon Foenay: Pilkada Berkualitas itu Tanpa Hoaks dan Ujaran Kebencian

Adi Rianghepat, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 17:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 340 1872730 esthon-foenay-pilkada-berkualitas-itu-tanpa-hoaks-dan-ujaran-kebencian-vI8ZA3H5LD.jpg Esthon Foenay (Kiri) bersama Chris Rotok (Foto: Okezone)

KUPANG - Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) usungan Partai Gerindra, PAN dan Perindo, Esthon Foenay menegaskan, mencari pemimpin yang berkualitas di kontestasi pemilihan kepala daerah provinsi berbasis kepulauan itu hanya bisa dilakukan tanpa hoaks dan ujaran kebencian.

"Jika masih bermain-main dengan hoaks dan ujaran kebencian apalagi bernuansa suku, agama, ras dan golongan alias SARA, maka saya jamin tidak akan mendapatkan hasil yang berkualitas," katanya di Kupang, Rabu (14/3/2018).

Pernyataan tegas yang disampaikan bekas Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 di hadapan massa pendukungnya itu untuk kembali mengingatkan seluruh pendukung dan relawannya dalam memanfaatkan kampanye secara bertanggung jawab dan bermoral.

"Kita tidak perlu menyebar isu dan berita bohong hanya untuk menjatuhkan pihak atau pasangan lain. Kita miliki tugas menyampaikan visi dan misis serta program kerja kita kepada khalayak daerah ini untuk bisa menaruh perhatian dan memilih pasangan Esthon-Chris," katanya.

Dengan menyebar berita bohong apalagi bernuanasa SARA, lanjut Esthon, hanya akan memantik suasan perdebatan dan bahkan aksi saling kecam yang memungkinkan terjadi kericuhan di antara para pendukung.

"Hal itulah yang harus kita hindari. Jadilah pendukung dan pemilih yang bisa memberi rasa damai dan menciptakan keberlanjutan persahabatan antarsesama di daerah ini," katanya.

Apapun pilihan masing-masing warga di daerah dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2018 ini, menjadi hak politik tiap-tiap warga sebagai pemilih. Tidak ada kuasa apapun yang bisa mempengaruhi hak politik tiap warga negara itu, apalagi dengan mengajak dan memaksa melalui sejumlah aksi penyebaran berita bohong, ujaran kebencian yang berbau SARA.

"Kita terlahir bersaudara dalam satu kekerabatan yang sama. Kita boleh berbeda pilihan politik saat ini tetapi dalam kasih Tuhan kita adalah saudara. Jaga dan rawatlah persaudaraan itu," katanya.

Dengan kondisi yang tetap aman dan damai di pelaksanaan pilkada ini, kata Esthon sudah akan tentu dapat memberikan ruang yang cukup bagi seluruh pemilih menentukan pilihannya secara lebih baik dan berkualitas. Dengan demikian, maka pemimpin yang dipilih nantinya merupakan hasil pilihan rakyat secara bertanggung jawab yang tentunya akan melanjutkan segala harapan dan cita-cita masyarakat itu dalam implementatif program kerja.

"Sudah tentu tujuan menciptakan kesejahteraan masyarakat akan bisa terwujud," kata Esthon.

Berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Chris Rotok, pasangan yang mendapatkan nomor urut 1 itu terus melakukan aksi turun lapangan mensosialisasikan seluruh rencana program kerjanya ke tengah masyarakat di seluruh wilayah provinsi seribu nusa itu.

Selain pasangan itu, dalam pelaksanaan pemilihan gubernur di Provinsi NTT, ikut juga pasangan lainnya Marianus Sae-Emiliana Nomleni diusung PDIP dan PKB, pasangan calon Benny Kabur Harman-Beny Litelnoni usungan Partai Demokrat, PKS dan PKPI serta pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Jos Naesoi diusung kolaisi Partai NasDem, Golkar dan Partai Hanura.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini