Perkuliahan Online Jarak Jauh Akan Dipantau Cyber University

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 11:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 65 1872517 perkuliahan-online-jarak-jauh-akan-dipantau-cyber-university-MCYyzf9ul3.jpg Foto: Avirista/Okezone

MALANG - Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, gencarnya perubahan global dengan revolusi industri juga harus diikuti para perguruan tinggi di Indonesia dengan sistem perkuliahan jarak jauh melalui sistem kelas online.

"SDM (dosen) dan infrastruktur kita terbatas, maka teknologi informasi dengan daring (online) harus kita lakukan. Kami sudah siapkan sistem penerapannya," ujar Nasir saat kuliah umum di Politeknik Negeri Malang, baru-baru ini.

Menurutnya, bila perkuliahan dilakukan online maka satu dosen dapat mengayomi seribu mahasiwa. Hal ini berbeda bila perkuliahan dilakukan dengan tatap muka.

"Sekarang kuliah harus tatap muka perbandingannya satu dosen mengajar 20 mahasiwa untuk bidang eksak, di bidang sosial satu dosen mengajar 30 mahasiwa. Ke depan tidak ada ruang kelas kuliah lagi, jadi satu dosen bisa mengajar seribu mahasiswa," tuturnya.

Namun perkuliahan online jarak jauh ini harus memperhatikan kualitas, memenuhi standar yang meliputi aspek sistem, proses pembelajaran, pendidik dan dosen, serta infrastruktur teknologi informasi yang diperlukan. Maka untuk memantaunya, dibentuk Cyber University semacam badan pengawas perkuliahan online.

"Harus direview sesuai standar mutu tidak, sesuai capaian tidak, sesuai standar proses tidak, sesuai standar input tidak, ini yang harus kita jaga betul. Kalau tidak itu persoalannya," tegas Nasir.

Ia kini tengah menyiapkan peraturan menterinya, bila nanti keluar, perguruan tinggi yang ingin melakukan perkuliahan online harus melapor dahulu ke pihak Kemristekdikti.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini