nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kloter Pertama, Myanmar Cuma Terima 374 Orang Pengungsi Etnis Rohingya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 19:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 15 18 1873330 kloter-pertama-myanmar-cuma-terima-374-orang-pengungsi-etnis-rohingya-iF1G0QpVxV.JPG Pemerintah Myanmar siap menerima 374 orang etnis Rohingya yang pulang dari Bangladesh (Foto: Mohammad Ponir Hussain/Reuters)

NAYPYIDAW – Pemerintah Myanmar menyatakan hanya akan menerima kurang dari 400 orang pengungsi Rohingya yang pulang ke asalnya, Rakhine State, dari Bangladesh. Jumlah tersebut sangat jauh dari total 8.000 orang pengungsi Rohingya yang menyatakan siap pulang secara sukarela.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Myanmar, U Myint Thu menuturkan, dari daftar ribuan orang yang diserahkan Bangladesh, negara itu hanya akan menerima 374 orang untuk repatriasi. Myanmar lantas menyalahkan tetangganya itu yang dinilai lambat dalam memproses kepulangan etnis Rohingya.

“Sebanyak 374 orang ini adalah kloter pertama repatriasi. Mereka dapat kembali sesuai dengan keinginan mereka sendiri,” ujar U Myint Thu, mengutip dari The Guardian, Kamis (15/3/2018).

BACA JUGA: Myanmar - Bangladesh Sepakat Pulangkan Ratusan Ribu Etnis Rohingya 

Pemerintah Myanmar akan menempatkan 374 orang itu ke perumahan sementara yang dibangun di Rakhine State selama satu bulan sebelum dipersilakan kembali ke desa asalnya. Akan tetapi, belum jelas apakah para pengungsi itu adalah mereka yang menyelamatkan diri pada 2017 atau dari konflik pada 2012 dan 2016.

Komisioner Bantuan dan Rehabilitasi Pengungsi Bangladesh, Abul Kalam mengatakan, meski angka tersebut sangat kecil, negaranya sangat berharap Myanmar akan menerima semua yang saat ini ditampung di kamp-kamp pengungsian. Ia mengaku belum mendapat konfirmasi perkembangan terbaru dari Myanmar, tetapi Naypyidaw akan menerima 300 orang pengungsi Rohingya per hari.

“Masih ada isu keamanan dan kami belum sama sekali yakin ke mana orang-orang ini akan dibawa. Nota kedua negara hanya menyatakan pemeriksaan dilakukan demi keamanan sebelum mereka kembali,” ujar Kalam.

BACA JUGA: Bangladesh Targetkan Repatriasi Etnis Rohingya Selesai dalam 2 Tahun

BACA JUGA: Apresiasi Kesepakatan Pemulangan Rohingya, Menlu Retno: Jaminan Keamanan Amat Penting

Sebagaimana diberitakan, sekira 700 ribu etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh guna menghindari kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Myanmar dalam operasi militer sejak Agustus 2017. Myanmar dan Bangladesh telah sepakat untuk memulangkan para pengungsi itu sejak November 2017.

Dalam kesepakatan disebutkan bahwa Myanmar akan menerima sekira 1.500 orang setiap pekan. Sementara itu, Bangladesh berperan untuk mendaftar para pengungsi etnis Rohingya di Cox’s Bazaar dan formulir itu nantinya akan diserahkan kepada Myanmar.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini