Tentara AS Bantai 500 Warga Sipil Desa My Lai di Vietnam

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 06:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 15 18 1873450 tentara-as-bantai-500-warga-sipil-desa-my-lai-di-vietnam-c2BdpPpnQq.jpg Diorama pembantaian My Lai (Foto: Vietnam News)

SATU pleton tentara Amerika Serikat (AS) yang diberi nama Charlie Company diperintahkan untuk menghabisi warga Desa My Lai, Vietnam Selatan. Mereka menduga bahwa desa tersebut sudah dikuasai oleh gerilyawan Viet Cong yang bersembunyi. Namun, informasi tersebut salah besar.

Pleton itu mulai memasuki salah satu dari empat dusun, yakni My Lai 4, dalam misi mencari dan penghancuran gerilyawan Viet Cong pada 16 Maret 1968. Sebab, mereka mendengar bahwa gerilyawan Viet Cong (VC) bersembunyi di sana.

Alih-alih prajurit bersenjata, yang mereka temukan adalah warga sipil tak bersenjata, sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan lanjut usia (lansia). Para tentara sebelumnya sudah diberi arahan bahwa yang akan mereka temukan di My Lai bisa saja anggota VC atau simpatisannya dan diperintahkan untuk menghancurkan desa tersebut.

Melansir dari History, Jumat (16/3/2018), tentara AS tanpa ragu membantai warga desa tersebut. Para wanita diperkosa dan lainnya disiksa sebelum dibunuh. Puluhan orang diseret, termasuk anak-anak dan bayi, ke sebuah parit dan ditembak mati dengan menggunakan senapan otomatis.

Pembantaian itu baru berakhir ketika pilot helikopter militer AS, Sersan Mayor Hugh Thompson, mendaratkan armadanya di tengah-tengah tentara dan warga desa yang mundur. Ia mengancam akan menembak kedua pihak itu juga para tentara melanjutkan serangan mereka ke warga My Lai.

Para personel militer AS menutup-nutupi apa yang terjadi di My Lai hingga satu tahun kemudian, wartawan investigasi, Seymour Hersh, menulis berita tentang pembantaian tersebut. Tak butuh waktu lama, berita mengenai pembantaian My Lai langsung menghiasi halaman depan koran-koran serta menjadi skandal dunia internasional.

Ketika berita mengenai pembantaian My Lai menyebar, sentimen anti-perang berkobar di Amerika Serikat. Masyarakat Negeri Paman Sam pun terbagi dua pandangan secara umum mengenai Perang Vietnam. Puncaknya ketika pemerintah AS diketahui berbohong tentang detail Perang Vietnam yang akhirnya dibocorkan oleh New York Times dan Washington Post pada dekade 1970.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini