nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambut Rapat Tahunan IMF di Bali, Bupati Tabanan "Perang" dengan Sampah

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 07:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 15 340 1872980 sambut-rapat-tahunan-imf-di-bali-bupati-tabanan-perang-dengan-sampah-GeMB3yTm0X.jpg (Foto: Istimewa)

TABANAN - Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti bertekad memerangi sampah yang ada di daerahnya. Hal tersebut diukapkapkannya saat mengahadiri rapat kordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa 13 Maret 2018.

"Dalam rapat tersebut kami sepakat untuk menyatakan perang terhadap sampah di Bali," katanya.

Untuk itu pihaknya akan membetuk tim yang beranggotakan Kementerian Maritim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Perhubungan Laut, Kapolda Bali, TNI AL, World Bank dan para Kepala Daerah se-Bali. Bupati perempuan ini menyatakan akan berkomitmen program tersebut akan selesai sebelum Annual Meeting IMF - World Bank di Bali.

Dia menerangkan, bahwa tim yang sudah dibentuk nantinya akan mengedukasi hotel dan tempat pariwisata untuk mengurangi penggunaan plastik, melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang daur ulang sampah dan cara mengubah sampah menjadi energi.

"Selain itu tim akan rutin melakukan patroli laut dan barangsiapa yang membuang sampah sembarangan akan didenda sebesar 500 ribu. Bali adalah tujuan wisata jadi rentan sekali terhadap sampah, dengan kerja sama tim ini, kami yakin saat Annual Meeting IMF - World Bank Bali sudah kembali bersih dari sampah", terangnya.

Ia mengaku sangat mendukung program wave energy dari Menko Maritim. "Pak Luhut dan World Bank akan memfasilitasi kami untuk membangun wave energy yang diantaranya mengubah sampah menjadi energi listrik dan energi biodiesel. Selanjutnya kami akan melakukan pembahasan lebih dalam dan perlu disepakati bersama, karena dibutuhkan persiapan lahan 10 hektar dan suplai sampah 400 ton per hari", jelasnya.

Dia berharap dengan adanya program kerjasama ini diharapkan Bali dapat menjadi contoh untuk provinsi lainnya dalam menanggulangi sampah. Untuk di Tabanan sendiri, sambungnya, saat ini sudah mempunyai 19 bank sampah dan salah satu bank sampah Tabanan juga sudah bekerjasama dengan pabrik plastik.

"Sehingga sampah dapat menjadi barang yang dapat digunakan kembali dan menjadi manfaat. Kami juga menggerakkan sampah menjadi ekonomi kreatif dengan me-reduce sampah", pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini