nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Kepala Dinas di Surabaya Diberondong Tembakan

ant, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 00:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 15 519 1872928 mobil-kepala-dinas-di-surabaya-diberondong-tembakan-wWF6briEZl.jpg ilustrasi.

SURABAYA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki penembakan terhadap sebuah mobil milik seorang pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rabu (14/3/2018).

"Seorang pelaku telah ditangkap tadi malam dan saat ini sedang diinterogasi di Polrestabes Surabaya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi di Surabaya pada Kamis dini hari.

Dia memastikan mobil yang ditembak adalah milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya, Ery Cahyadi.

Mobil Toyota Innova nomor polisi L 88 EC, menurut Barung, diberondong tembakan oleh pelaku saat diparkir di dalam garasi rumah Ery Cahyadi di Perumahan Puri Kencana Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya.

"Ada sekitar tiga peluru yang menembus bagian belakang mobilnya. Kejadiannya Rabu siang kemarin, 14 Maret, pada sekitar pukul 13.00 WIB," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun menurut Barung, atas kejadian tersebut, pihak keluarga Ery Cahyadi mengalami gangguan psikologis.

"Bukan soal tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam penembakan ini telah menyebabkan pihak keluarga korban terganggu secara psikilogis. Rasa aman dari keluarga korban juga terganggu," ucapnya.

Polisi, lanjut Barung, masih menyelidiki apakah pelaku yang telah ditangkap bekerja sendirian atau bersama pelaku lain.

"Kami juga selidiki jenis senjata apa yang digunakan. Kalau senjata api apakah berizin atau tidak," ujarnya.

Sampai dini hari ini polisi masih belum bersedia mengungkap identitas pelaku. "Sabar dulu, nanti pasti kami ungkap identitas pelaku karena penangkapannya baru beberapa jam yang lalu. Kami masih melakukan penyelidikan," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini