nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Diskualifikasi Calon Kepala Daerah Tersangka Korupsi, KPU: Masyarakat Harus Dilindungi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 17 Maret 2018 16:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 17 337 1874221 wacana-diskualifikasi-calon-kepala-daerah-tersangka-korupsi-kpu-masyarakat-harus-dilindungi-6BSf9z9Gvi.jpg Ketua KPU, Arief Budiman saat hadir di KPU Goes Campus di Universitas Airlangga, Senin 12 Maret 2018. (Foto: Didik/Antara)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengusulkan agar calon kepala daerah yang menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didiskualifikasi atau dinyatakan gugur dari kepesertaan Pilkada 2018.

Menurutnya, bila seseorang sudah dinyatakan tersangka oleh lembaga antirasuah, maka tak bisa lagi lepas. Oleh karenanya, masyarakat perlu dilindungi dari calon kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi.

"Didiskualifikasi begitu jadi tersangka. Rasa-rasanya ditersangkakan KPK itu kan jarang, jarang lepas gitu. Maka masyarakat harus dilindungi. Kalau didiskualifikasi itu ke depan lebih berhati-hati karena risikonya lebih besar, didiskualifikasi," kata Arief di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018).

(Baca juga: KPU Kaji Wacana Diskualifikasi Calon Kepala Daerah Jadi Tersangka Korupsi)

Arief melanjutkan, parpol juga harus memiliki kesadaran untuk mengajukan calon yang bebas korupsi. "Harusnya publik diberi tanggapan. Ada enggak kemungkinan dia jadi tersangka. Ini pelajaran untuk parpol," paparnya.

(Ketua KPU. Foto: Fadel/Okezone)

Meski begitu Arief menegaskan, diskualifikasi calon peserta pemilu tidak bisa sembarangan. Menurutnya, diskualifikasi terhadap calon kepala daerah hanya pada kasus hukum tertentu seperti korupsi maupun pembunuhan.

"Untuk kasus tertentu, misal pembunuhan, itu nanti ahli hukum yang menimbang," tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini