nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lakukan Manuver Politik, Demokrat Dinilai Sedang Dorong AHY Jadi Capres

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 18 Maret 2018 06:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 18 337 1874354 lakukan-manuver-politik-demokrat-dinilai-sedang-dorong-ahy-jadi-capres-XCKltQky7t.jpg Ketua Kogasma AHY (Foto: Antara)

JAKARTA - Partai Demokrat terlihatAKAN menyodorkan putera sulung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon pemimpin masa depan. Hal itu terlihat saat gelaran Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, pekan lalu, AHY yang bertindak sebagai Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) diberikan panggung menyampaikan pidato politiknya. Tak hanya itu sjaa, AHY saat ini juga kerap berkeliling menghampiri masyarakat dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Pengamat politik dan UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno memandang adanya manuver politik yang tengah dijalankan Partai Demokrat yang ingin menghadirkan sosok alternatif sebagai calon presiden (capres) 2019. Sosok alternatif ini diharapkan Demokrat bisa memberikan pilihan masyarakat selain dua tokoh yang ada saat ini yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto, yang digadang-gadang akan mengulang pertarungan mendapatkan kursi RI-1.

"Pertama, Demokrat mencoba ingin menjadikan AHY sebagai ikon poros alternatif di luar Jokowi dan Prabowo," ujar Adi saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (18/3/2018).

 (Baca: Ini 8 Nama yang Digadang-Gadang Dampingi Jokowi di Pilpres 2019)

Menurut Adi tak mengherankan jika Partai Demokrat intens melakukan komunikasi politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) unutk membentuk poros baru. Namun kecenderungan terbentuknya poros ini masih belum jelas apabila ketiga partai ini tak mau mengalah untuk mendapatkan kesepakatan capres dan cawapres.

"Kecenderungan adanya poros baru masih suram," jelas Adi.

Selain itu, Adi juga melihat Demokrat sedang bermanuver untuk bisa menyorongkan AHY untuk menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Hal ini pulalah yang menjadi faktor sulit terbentuknya poros baru untuk menyaingi Jokowi dan Prabowo.

 (Baca juga: Dari 4 Kriteria Cawapres Jokowi, Mahfud MD Dinilai Paling Berpeluang)

"Kunjungan ke Istana dan kehendak bertemu ketum PDIP seakan mengkonfirmasi soal kemungkinan skenario kedua ini,"tutur Adi.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini