nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Palestina Sebut Dubes AS untuk Israel 'Anak Anjing'

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 10:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 20 18 1875187 presiden-palestina-sebut-dubes-as-untuk-israel-anak-anjing-Xq9T6gi0AM.JPG Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (Foto: Mohamad Torokman/Reuters)

RAMALLAH – Presiden Otoritas Palestina (AP), Mahmoud Abbas, menyebut Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel, David Friedman, sebagai anak anjing. Sebutan itu dilontarkan Abbas di hadapan para pejabat tinggi Palestina di Ramallah.

“Duta Besar AS di Tel Aviv adalah pendukung pemukiman Yahudi dan seekor anak anjing,” ujar Mahmoud Abbas, dinukil dari The Guardian, Selasa (20/3/2018).

Sebagaimana diketahui, hubungan antara pemerintahan Mahmoud Abbas dengan pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump kian tidak harmonis setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel pada Desember 2017.

Sebelum ditunjuk sebagai Dubes untuk Israel, David Friedman adalah pengacara pribadi Donald Trump. Pria keturunan Yahudi itu adalah pendukung utama pembangunan pemukiman oleh Israel di Tepi Barat yang dianggap ilegal di bawah hukum internasional. Friedman sendiri menyebut komentar itu bernada anti-Semit.

Komentar Mahmoud Abbas itu diyakini untuk membalas cuitan David Friedman di Twitter yang memprotes aksi penyerangan di Tepi Barat beberapa waktu lalu terhadap tentara Israel. Ia menuduh PA gagal mengecam kebrutalan yang terjadi.

BACA JUGA: Kunjungi Jalur Gaza, PM Palestina Nyaris Tewas Dihantam Ledakan

Selain mengecam David Friedman, Mahmoud Abbas juga melancarkan serangan kepada faksi Hamas yang dituduh berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Perdana Menteri (PM) Palestina, Rami Hamdallah. Insiden tersebut terjadi di tengah kunjungan perdana menteri ke Jalur Gaza pada Selasa 13 Maret.

“Jika serangan tersebut berlangsung dengan sukses, maka akan membuka jalan bagi perang sipil berdarah,” tegas pria berusia 82 tahun itu.

Sebagaimana diberitakan, Rami Hamdallah lolos dari percobaan pembunuhan tersebut. Ledakan terjadi ketika iring-iringan mobilnya melintas di Beit Hanoun, Jalur Gaza. Tiga unit mobil rusak parah akibat dihantam oleh ledakan tersebut.

Konflik antara Fatah, partai yang diketuai Mahmoud Abbas, dan Hamas terjadi sejak 2007 ketika partai garis keras itu menguasai Jalur Gaza. Fatah sendiri diketahui menguasai Tepi Barat di mana PA berkedudukan. Kedua faksi itu sempat menyepakati perjanjian rekonsiliasi yang dimediasi oleh Mesir pada Oktober 2017, tetapi kemudian dibatalkan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini