Putra Gaddafi Umumkan Pencalonan Dirinya Sebagai Presiden Libya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 20 Maret 2018 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 20 18 1875437 putra-gaddafi-umumkan-pencalonan-dirinya-sebagai-presiden-libya-EJDfY04Ody.jpg Saif Al-Islam gaddafi. (Foto: Reuters)

TUNIS - Tujuh tahun sejak pemberontakan yang didukung NATO yang menggulingkan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, putranya Saif Al-Islam dilaporkan akan maju dalam pemilihan presiden Libya tahun ini.

BACA JUGA: Dana Rp170 Triliun Milik Libya Lenyap Secara Misterius dari Rekening yang Dibekukan

Saif yang masih menjadi buronan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan kemanusiaan akan maju dalam pemilihan yang rencananya digelar sebelum akhir 2018. Putra kedua Gaddafi yang saat ini bersembunyi di Tunisia itu meluncurkan kampanyen presidennya sebagai anggota dari Partai Popular Front for Liberation of Libya (PFLL) pada Senin, 19 Maret.

"Saif Al-Islam Gaddafi telah memutuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang akan datang dan tidak bercita-cita untuk berkuasa dalam arti tradisional," kata Juru Bicara PFLL Ayman Abu Ras dalam konferensi pers di Tunis, Tunisia sebagaimana dilansir RT, Selasa (20/3/2018).

Pencalonan Saif Al-Islam akan secara resmi didaftarkan pada pembukaan daftar calon dalam pemilihan. Juru bicara PFLL mengatakan, Saif berniat untuk "menyelamatkan Libya" dan membangun "perdamaian dan stabilitas" di negeri itu.

Dia menambahkan bahwa program reformasi Gaddafi mencakup visi politik, keamanan dan sosial yang komprehensif untuk masa depan Libya yang "modern dan terbuka".

Ayman berjanji bahwa Saif akan berbicara langsung kepada rakyat Libya dalam beberapa hari mendatang untuk mengumumkan rencana pemilihan dan visinya untuk membangun negara.

Rencana pencalonan saif juga telah dikonfirmasi oleh pengacaranya, Khalid al-Ghuwail. Dia memastikan Saif akan mendaftarkan diri sebagai calon presiden saat pendaftaran resmi dibuka.

Libya jatuh ke dalam kekacauan setelah jatuhnya Muammar Gaddafi pada 2011 dengan beberapa pemerintah bersaing untuk menguasai negara kaya minyak itu. Saat ini, negara Afrika utara tersebut terbagi antara parlemen yang berbasis di Tobruk dan pemerintah yang didukung PBB di Tripoli.

Meski telah ada pengumuman dari Ayman Abu Ras, Saif sendiri belum pernah muncul di hadapan publik sejak dia dibebaskan dari penjara di Zintan. Saif ditahan oleh kelompok militan di sana Sejak 2011 dan baru dibebaskan pada Juni 2017.

BACA JUGA: Merdeka 66 Tahun, Rakyat Libya Rindu Perdamaian

Pada 2015 Saif divonis mati oleh Pemerintahan Tripoli secara in absentia sementara pada 2017 pemerintahan di Tobruk memberinya pengampunan penuh. Pria berusia 45 tahun itu masih diburu oleh ICC dan perintah penangkapannya terkait tuduhan kejahatan yang dilakukan pada masa Arab Spring 2011 masih berlaku.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini