nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Sampah Plastik, Menteri Susi: Ini Menjadi Concern dan Keprihatinan Saya

Saldi Hermanto, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 22:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 20 340 1875665 soal-sampah-plastik-menteri-susi-ini-menjadi-concern-dan-keprihatinan-saya-m5LTMSi1zd.jpg Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan saat ini Indonesia memiliki persoalan terkait sampah plastik, terutama yang berada di wilayah perairan. Tidak tanggung-tanggung, kini sampah plastik di perairan Tanah Air sudah mencapai 160 juta ton.

"Indonesia sekarang ini sudah menyumbangkan sampah plastik nomor 2 terbesar di dunia setelah China. Kita ini sekarang 160 juta ton plastik, kita buang ke laut. Suatu hari nanti lebih banyak plastik dari ikan di laut Indonesia," kata Susi saat kunjungan ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (20/3/2018).

Lalu ketika akan bertolak dari Kabupaten Merauke menuju Timika, Susi menemukan ada banyak sampah plastik di perairan Merauke yang diduga dibuang oleh masyarakat setempat. Pemandangan itu, kata dia, pastinya tidak jauh beda dengan di Kabupaten Mimika.

Hal ini jika dibiarkan maka suatu saat nanti jumlah sampah plastik di perairan akan lebih banyak ketimbang jumlah ikan. Bahkan, persoalan sampak plastik akan menjadi bom waktu jika tidak segera ditangani dengan baik dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan.

"Jadi, ini juga yang menjadi concern dan keprihatinan saya. Banyak, keliling tadi pagi di Merauke, pagi-pagi saya lihat kanal-kanal penuh oleh botol-botol Aqua. Yang saya yakin, barangkali di desa-desa sekitar Mimika pun sama," ujarnya.

"Karena ini bisa menjadi satu bom waktu orang Indonesia, untuk kita semua, kalau kita tidak segera menangani persoalan sampah plastik. Perairan-perairan, selokan-selokan, semua akan penuh dengan kantong kresek dan sebagainya," imbuh dia.

Oleh karena itu, menurut Susi, perlunya adanya kampanye yang dilakukan untuk menyampaikan kepada masyarakat mengurangi penggunaan plastik.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini