nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tawarkan Diaspora Jadi Dosen PNS Tanpa Tes

Susi Fatimah, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 09:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 20 65 1875548 pemerintah-tawarkan-diaspora-jadi-dosen-pns-tanpa-tes-hqyqlNAf9p.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

JAKARTA - Pemerintah berencana mengajak para diaspora yang berada di luar negeri kembali ke Tanah Air untuk mengabdi menjadi dosen perguruan tinggi negeri (PTN). Tak hanya itu, para diaspora ini nantinya akan mendapat jalur khusus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) tanpa tes.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, fasilitas khusus CPNS tanpa jalur ters diberikan kepada para diaspora untuk mendorong mereka kembali ke Indonesia.

"Keahlian para diaspora ini dibutuhkan untuk membangun ekonomi kita lebih baik ke depannya," ujar Nasir di Jakarta, baru-baru ini.

Nantinya, sambung Nasir, para diaspora akan ditempatkan sebagai dosen di perguruan tinggi negeri (PTN) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. "Anak-anak kita di luar negeri kita tarik masuk ke perguruan tinggi negeri yang hebat-hebat," tuturnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, nantinya tiap perguruan tinggi negeri mendata kebutuhan dosen di masing-masing fakultas, baru kemudian para diaspora tersebut disebar sesuai formasi yang dibutuhkan di masing-masing kampus.

Sementara terkait sistem golongan PNS yang akan diterima oleh para diaspora, Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro itu mengatakan masih akan dibahas lebih lanjut.

"Misalnya pengalaman diaspora sudah bekerja di luar negeri selama 20 tahun, kalau di Indonesia nanti disetarakan apa, misalnya dia dapat golongan 4. Ini mendorong mereka kembali ke Tanah Air," tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, pihaknya sudah menyediakan draf yang berisi formasi dan fasilitas apa saja yang akan diterima para diaspora. Namun draf tersebut masih dalam proses dan menunggu persetujuan Menristekdikti.

"Kami sudah mendraf, misalnya kalau di luar negeri jadi profesor lalu kalau di Indonesia setara apa. Kalau (formasi) ini tidak jelas mereka tidak akan tertarik kembali ke Indonesia. Draf sudah ada tinggal tanda tangan pak menteri," tuturnya.

Ghufron menambahkan, beberapa diaspora di Malaysia sudah menanyakan terkait rencana tersebut dan berencana kembali ke Tanah Air. Namun lantaran aturan belum disahkan, mereka masih menunggu. Oleh karenanya, ia berharap draf tersebut bisa segera disahkan. Ia optimis, para diaspora akan kembali ke Tanah Air jika kondisi semakin baik dan kondusif.

"Tergantung banyak faktor, kalau kondusif, menjanjikan, perkembangan dan situasi bagus semakin tertarik kembali ke Indonesia," katanya.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana kampus menerima para diaspora tersebut, mantan Wakil Menteri Kesehatan itu mengatakan, sejumlah kampus sudah memiliki fasilitas meski tak secanggih di luar negeri.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini