nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Militer Israel Akui Hancurkan Reaktor Nuklir Suriah pada 2007

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 21 18 1875774 militer-israel-akui-hancurkan-reaktor-nuklir-suriah-pada-2007-CD3EA6VRIs.JPG Israel akui hancurkan reaktor nuklir Suriah pada 2007 (Foto: Reuters)

TEL AVIV – Militer Israel akhirnya secara resmi mengakui telah menghancurkan fasilitas nuklir milik Suriah di Deir el Zor pada 2007. Selama satu dekade terakhir, operasi penghancuran reaktor nuklir itu ditutupi dari publik meski Israel dicurigai berada di balik serangan pada 6 September 2007 tersebut.

Dalam pernyataan resmi, militer Israel mengungkapkan, delapan jet tempur F-15 dikerahkan dalam operasi tersebut. Fasilitas nuklir itu diyakini sudah siap untuk beroperasi pada akhir 2007 setelah melalui program pengembangan selama beberapa tahun yang dibantu oleh Korea Utara.

Militer Israel menerangkan, jet-jet tempur F-15 itu terbang dari dua pangkalan udara di selatan sekira pukul 22.30 waktu setempat pada 5 September 2007. Delapan unit jet tempur itu kembali dalam waktu empat jam setelah merampungkan operasi.

Israel dan Suriah diketahui adalah musuh bebuyutan. Selama perang saudara Suriah yang berkecamuk sejak 2011, Israel setidaknya sudah melancarkan 100 serangan udara. Sementara pada 2007, operasi Israel sengaja dirahasiakan guna menghindari potensi pecahnya perang seminimal mungkin.

“Pesan dari serangan 2007 ke reaktor itu adalah Israel tidak menoleransi pembangunan sesuatu yang dapat menimbulkan ancaman eksistensial. Ini adalah pesan yang dikirim pada 1981, pesan dari 2007, dan pesan untuk masa depan bagi musuh-musuh kami,” ujar Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, mengutip dari ABC News, Rabu (21/3/2018).

Serangan pada 2007 itu mengingatkan pada aksi Israel terhadap reaktor nuklir yang tengah dibangun di Irak pada 1981. Serangan itu dinilai berjasa dalam mencegah Presiden Irak, Saddam Hussein, agar tidak menciptakan senjata pemusnah massal yang berpotensi digunakan dalam Perang Teluk 1991.

Dari sisi Israel, penghancuran reaktor nuklir Suriah itu merupakan sukses besar. Sebab, serangan dinilai menghindari eskalasi lebih lanjut di kawasan. Komandan Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Amikam Norkin mengatakan, melihat konflik Suriah saat ini maka serangan itu setidaknya dapat dibenarkan mengingat reaktor nuklir tersebut berada di wilayah yang dikuasai kelompok militan ISIS.

“Bayangkan situasi yang akan terjadi hari ini jika ada reaktor nuklir di Suriah. Merujuk pada sejarah, saya pikir keputusan Israel menghancurkan reaktor adalah salah satu keputusan paling penting yang diambil negara ini dalam 70 tahun terakhir,” ucap Mayor Jenderal Amikam Norkin.

Sayangnya, militer Israel tidak mengungkapkan alasan sesungguhnya di balik pengungkapan rahasia tersebut. Namun, banyak yang meyakini pengungkapan serangan berhubungan erat dengan penerbitan memoar bagi mantan Perdana Menteri (PM) Ehud Olmert yang memerintahkan operasi tersebut. Tidak sedikit juga yang meyakini pengungkapan adalah sebentuk peringatan bagi musuh utama lainnya, yakni Iran.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini