nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Bikin Kajian agar Kendaraan Mewah Milik Bupati HST Segera Dilelang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 21:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 21 337 1876139 kpk-bikin-kajian-agar-kendaraan-mewah-milik-bupati-hst-segera-dilelang-AkbIAGhk4M.jpeg Sejumlah kendaraan Abdul Latif saat tiba di Jakarta (foto: Humas KPK)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membuat kajian untuk bisa segera melelang deretan kendaraan mewah milik tersangka perkara suap pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Damanhuri Barabai, Kalimantan Selatan, tahun anggaran 2017, Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif.

"Ya nanti memerlukan kajian itu yang di maksud memerlukan kajian," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dikantornya, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

KPK membawa 16 unit mobil mewah dan motor gede (moge) milik Abdul Latif yang disita ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Jakarta Barat.

 (Baca juga: Tiba di Jakarta, Ini Sederet Mobil Mewah dan Moge Bupati HST yang Disita KPK)

Kendaraan yang terdiri dari delapan mobil dan delapan moge berbagai jenis itu dibawa dari Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan ke Jakarta menggunakan Kapal Serasi 3 dengan biaya Rp24 juta.

 

Sejumlah kendaraan Abdul Latif saat tiba di Jakarta (foto: Humas KPK)

Kendaraan-kendaraan itu nantinya akan semakin menurun nilai jualnya apabila menunggu putusan tetap pengadilan. Belum lagi, biaya perawatan barang-barang mewah tersebut cukup tinggi dan harus dibebankan keuangan negara.

"Sudah harus memerlukan kajian yang mendalam tentang itu, persetujuan itu apakah diperlukan apa tidak, karena prinsipnya kalo memang itu sudah menjadi barang sitaan itu sudah menjadi hak dari pemerintah hak dari negara disita untuk negara," tutur Basaria.

 (Baca juga: KPK Tetapkan Bupati HST Tersangka Gratifikasi dan Pencucian Uang)

Kendati demikian, Basaria menekankan, dalam hal ini, tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada para tersangka. Oleh karenanya, dia menekankan, saat ini masih diperlukan kajian mendalam terkait dengan pelelangan barang sitaan.

"Tapi nanti kajian-kajian yang berikutnya ada hal hal yang msngatur seperti yang mudah terbakar itu kan sudah aturan ya nanti sangat memerlukan kajian yang mendalam," ucap Basaria.

 

Sejumlah kendaraan Abdul Latif saat tiba di Jakarta (foto: Humas KPK)

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sebelumnya, menyebut pihaknya tengah berkerja sama dengan Mahkamah Agung (MA) untuk membuat satu instrumen demi mengatasi masalah tersebut. KPK, kata Syarif sedang membahas draf pengaturan soal barang rampasan dan barang sitaan.

"Salah satu poin ini kami mengingkan tidak perlu izin, jadi nantinya ada akun khsusus yang menyimpan harganya. Kalau nanti putusan setelah inkrach, dirampas oleh negara langsung diambil oleh negara, Tetapi kalau dikembalikan secara sah, hal ini untuk melindungi juga hak-hak tersangka supaya jangan turut barang-barang yang gampang rusak atau nilainya jadi turun," papar Syarif.

Kendaraan yang disita di antaranya terdiri dari dua mobil merk Rubicon, dua mobil merk Hummer, satu unit Vellfire, satu Cadulac Escalade, satu mobil BMW Sport, dan satu mobil Lexus SUV. Kemudian, empat motor Harley, satu motor merk BMW, satu motor Ducati, empat motor trail merk KTM.

Dalam kasus ini, selain Abdul Latif, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainya yakni, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Hulu Sungai Tengah, Fauzan Rifani, Direktur Utama (Dirut) PT Sugriwa Agung, Abdul Basit, dan Dirut PT Menara Agung, Donny Winoto.

Diduga selama menjabat sebagai Bupati, Latif menyalurkan hobinya mengoleksi kendaraan mewah dari uang panas tersebut. Saat ini, KPK tengah menelisik dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini