nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selidiki Kasus Skimming, Polda Metro Jaya Kerahkan Anggota Keliling Indonesia

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 10:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 21 338 1875763 selidiki-kasus-skimming-polda-metro-jaya-kerahkan-anggota-keliling-indonesia-ZrHHPeem2a.jpg Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta menduga, para korban yang terkena kejahatan pembobolan rekening bank dengan manipulasi data nasabah atau skimming di Surabaya, Jawa Timur memiliki hubungan dengan pelaku yang diamankan di Polda Metro Jaya.

Untuk itu Nico mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan mengelilingi beberapa daerah di Indonesia untuk mengantisipasi kejahatan tersebut.

"Betul tim kami sedang berangkat keliling Jawa, Bali, dan NTT koordinasi dengan polisi setempat karena alert (peringatan) nya ini maka polda juga sedang bergerak," kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/03/2018).

 (Baca Juga: Pelaku Skimming Bank Asal Bulgaria Ditangkap Satpam)

Nico menjelaskan pihaknya masih mendalami apakah pelaku masuk kedalam kelompok I yakni penyedia hardware dan software atau kelompok II, dan II terkait adanya dugaan korban skimming di Surabaya.

"Seperti kita tahu ada tiga kelompok yaitu kelompok pembuat pembuat penyedia alat baik hardware maupun software, kemasan, dan ketiga pengambil," ungkapnya,

"Saya kira apa yang terjadi di surabaya sedang kami dalami itu terkait dengan apakah dia kelompok I, II, atau III jadi pelaku skiming misal kelompok I pembuat penyedia hardware dan software itu belum tentu kenal dengan kelompok dua karena kelompok dua banyak,

"pengambil" ini kan banyak, sehingga mungkin kelompok yang satu bisa kenal bisa tidak," tambahnya.

Sebelumnya, Mantan Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Dirkrimsus Polda Sumsel) ini mengaku mendengar sejumlah karyawan di Graha Pena Surabaya yang diinformasikan menjadi korban dugaan kejahatan skimming.

"Nyatanya sampai sekarang karyawan yang di Graha Pena ini juga belum melapor ke Polrestabes Surabaya," ucapnya.

 (Baca Juga: Satpam Penangkap Pelaku Skimming Akan Dapat Penghargaan dari Kepolisian)

Rudi memastikan, sebelum ramai diberitakan kasus dugaan kejahatan skimming di sejumlah kota dan daerah lainnya, Polrestabes Surabaya telah secara rutin melakukan penjagaan ketat mesin-mesin ATM yang tersebar di wilayah hukum Kota Surabaya.

"Karena mesin ATM ini tergolong sebagai objek vital. Maka dari dulu sudah rutin kami melakukan penjagaan ketat setiap hari," katanya.

Namun begitu, Rudi tidak menampik kemungkinan ada korban nasabah bank yang turut diduga menjadi korban kejahatan kasus skimming.

"Maka kalau memang ada nasabah bank warga Kota Surabaya yang menjadi korban dugaan kejahatan skimming, silakan saja melapor agar cepat mendapat penanganan penyelidikan dari petugas kami," tutupnya.

(muf)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini