Pelaku Ilegal Maining Ditangkap Polisi

Khalis Surry, Okezone · Kamis 22 Maret 2018 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 21 340 1876208 pelaku-ilegal-maining-ditangkap-polisi-4WPyRgRM19.jpg Pelaku ilegal maining saat diamankan polisi (foto: Khalis/Okezone)

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh menangkap empat orang pelaku penambangan illegal maining, di kawasan hutan lindung yang ada di Provinsi Aceh. Polisi menangkap para pelaku pada dua lokasi yang berbeda di kawasan hutan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Barat.

Keempat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diringkus polisi karena diduga telah merusak hutan lindung dengan cara membuka usaha pertambangan, tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah. Keempat tersangka yang diciduk itu berinisial KF (20), HI (38), B (38) dan S (35). Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebanyak lima alat berat atau excavator.

"Tersangka KF (20) dan HI (38) melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah kawasan hutan Krueng Pelagahan Desa Sikondo, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat. Dari tangan keduanya petugas mengamankan tiga alat berat yang sedang beroperasi," kata Direktur Ditkrimsua Polda Aceh, Kombes Erwin Zadma, kepada awak media Polda Aceh, Rabu (21/3/2018).

Penangkapan itu bermula dari hasil penyelidikan polisi setelah mengantongi informasi dari masyarakat. Kemudian, tujuh orang personel Ditreskrimsus langsung menuju ke lokasi pertambangan ilegal yang ada dalam kawasan hutan lindung tersebut. Untuk tiba di tujuan, polisi harus menumpangi rakit kayu untuk menyebrangi sungai dan berjalan kaki sekira 30 kilometer.

“Saat tiba di lokasi petugas membagi tim untuk memudahkan penangkapan, setelah berhasil membekuk pelaku, penyidik juga mengamankan lima barang bukti alat berat jenis excavator namun yang berhasil di bawa ke Mapolda Aceh sebanyak tiga unit, selebihnya tidak diangkut lantaran rusak berat di lokasi,” kata Erwin.

 

Setelah ditangkap, polisi melakukan pemeriksaan dan mendapati bahwa tersangka KF bertugas sebagai pengawas lapangan, dan HI merupakan pemilik alat berat. Kendati demikian, seorang yang diduga tersangka lain juga berhasil kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang pihak polisi, berinisial ZR.

“Yang DPO itu dia diduga sebagai pemilik modal. Dan selama ini mereka telah melakukan aktifitas penambangan emas di dalam lokasi hutan produksi,” ungkap Erwin.

Sementara itu, dua tersangka penambangan emas ilegal lainnya ditangkap di kawasan hutan lindung Desa Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Tersangka itu berinisial B (38) dan S (35), yang diamankan pada Kamis (1/3) lalu, dan polisi juga turut menyita barang bukti dua alat berat.

Berdasarkan informasi, polisi menduga penambang emas ilegal di Bener Meriah itu diduga adanya keterlibatan oknum anggota TNI. Dan oknum TNI itu telah diserahkan kepada pihak Polisi Militer (POM) Kodam Iskandar Muda untuk diproses hukum.

“Kalau soal itu (oknum TNI terlibat) sudah kita serahkan ke POM, silahkan aja teman-teman (media) tanyakan ke sana,” ungkap Erwin.

Penangkapan di dua kabupaten itu, polisi telah memeriksa sebanyak 14 orang saksi dalam kasus penambangan illegal. Dari hasil itu, empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang sebagai DPO.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini