nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simpan Sabu dan Ekstasi, Warga Australia Dituntut 15 Bulan Penjara

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 23:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 22 340 1876698 simpan-sabu-dan-ekstasi-warga-australia-dituntut-15-bulan-penjara-5a2rDShLF1.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

DENPASAR - Terdakwa Robert Isaac Emmanuel (35) WNA asal Australia dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Denpasar selama 1 tahun 3 bulan atau 15 bulan penjara.

Hal tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhadi dan Martinus dihadapan majelis hakim pimpinan IGN. Putra Atmaja, terdakwa yang didampingi pengacara Edward Pangkahila. Selain hukuman penjara terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp20 juta Subsider kurungan selama 6 bulan.

(Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Narkoba Sintetis di Bali)

"Atas apa yang tertuang dalam dakwaan, kami dari penutut umum mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk tuntutan terhadap terdakwa kurungan penjara selama 1 tahun 3 bulan dan denda 20 juta rupiah,"katanya di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (22/3/2018).

Tuntutan JPU terhadap terdakwa yang kini masih menjalani rehabilitasi disebuah Yayasan di wilah Sanur, Denpasar Selatan dikatakan mengacu pada pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 tahun 2009 tentamg Narkotika. Dan, Pasal 62 UU RI No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Pada sidang sebelumnya, terdakwa sempat di bawa ke RSJ Bangli pada saat pelimpahan dari Polda Bali dan kemudian ditolak lanjut dikembalikan ke Kejari Denpasar ini mengakui perbuatanya membawa Narkotika jenis sabu-sabu dan Ekstasi.

Terdakwa mengaku membawa narkotika jenis sabu-sabu sebarat 14 gram dan ekstasi sebanyak 15 butir. Narkotika yang saat ini menjadi barang bukti di muka sidang itu diakuinya didapat dari bandar narkoba di Thailand.

Terdakwa sendiri ditangkap oleh petugas dari Bea dan Cukai Bandaranya Ngurah Rai, Tuban, Badung 4 Desember 2017 lalu saat tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai.

(Baca Juga: Edarkan Sabu 2 Kg di Bali, 3 Pria Ditangkap Polisi)

Saat itu terdakwa datang dari Bangkok, Thailand. "Saat tiba di terminal kedatangan saya dan tas yang saya bawa diperiksa menggunakan mesin X-Ray,"jelas terdakwa.

Sementara itu dari pihak penasehat hukum menyatakan akan memberikan jawaban pada sidang lanjutan yang dijadwalkan pekan depan, pada Rabu, 4 April 2018.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini