nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Razia Handphone Berujung Ricuh, Lapas Kesambi Cirebon Akan Tambah Wartel Khusus

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 14:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 22 525 1876465 imbas-razia-handphone-berujung-ricuh-lapas-kesambi-cirebon-akan-tambah-wartel-khusus-bmgi2Q1k9f.jpg Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Dwi Ayu Artantiani/Okezone)

CIREBON – Kepala Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, Heni Yuwono, mengungkapkan pihaknya telah menemukan solusi atas kericuhan yang terjadi saat pihaknya melakukan razia handphone terhadap narapidana (napi). Untuk mencegah agar tidak ada handphone masuk ke lapas, pihaknya akan menambah fasilitas wartel (warung telepon) khusus untuk napi.

"Untuk mencegah adanya handphone yang masuk ke narapidana, kami sepakat segera mungkin menambahkan wartel khusus untuk memenuhi kebutuhan komunikasi napi dengan keluarga. Selama ini baru dari wartelsus tiap blok, dari total 9 blok," ujar Heni, Cirebon, Kamis (22/3/2018).

Ia mengatakan, kurangnya jumlah wartel khusus di Lapas menyebabkan terjadinya antrean napi yang ingin menelepon. Karena itu, pihaknya akan menambah tiga wartel khusus.

Rencananya itu sedang proses dan menghubungi Kemenkominfo serta mencari provider yang harganya lebih terjangkau bagi napi.

"Kalau untuk handphone memang tidak dibenarkan. Ini sesuai Kepmen Nomor 31 Tahun 2017," tegasnya.

Nantinya, lanjut Heni, setiap napi akan mempunyai kartu telefon sehingga data nomor yang mereka hubungi tercatat. Begitu pun isi pembicaraannya.

Sementara itu, menurut Heni, selama ini yang menjadi keluhan para napi adalah lapas yang overkapasitas serta razia handphone. Ia pun mengklaim di Lapas Kelas I Cirebon itu tidak ada keluhan dari napi soal pungli.

"Razia tetap akan kami lakukan di setiap blok. Per blok ada isinya sampai 300 orang. Kericuhan kemarin mengakibatkan 4 CCTV dari total 19 rusak," ucapnya.

(Baca Juga: Ini Kronologi Kericuhan di Lapas Kesambi Cirebon)

Ia menjelaskan, ada dua jenis razia di lapas tersebut. Pertama razia rutin atau insidentil, yang diatur undang-undang sehingga para napi tahu soal ini. Mereka hanya mengeluhkan razia handphone yang nyaris setiap hari.

"Modus memasukkan handphone di lapas ini dari keluarganya. Handphone-nya dilempar dari luar bagian samping Lapas. Sekarang kami perkuat pos pantau dari 1 petugas menjadi 3 orang. Ada 4 pos pantau dan juga CCTV. Biasanya, jam setelah salat duhur dan malam modus lempar handphone dilakukan. Kami juga menutup akses jalan umum di jam tertentu khususnya malam," jelasnya.

(Baca Juga: Jam Besuk di Lapas Kesambi Cirebon Kembali Normal Pasca-Kerusuhan)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini