Hadapi Revolusi Industri 4.0, Perpustakaan Dituntut Bertransformasi

Susi Fatimah, Okezone · Kamis 22 Maret 2018 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 22 65 1876555 hadapi-revolusi-industri-4-0-perpustakaan-dituntut-bertransformasi-Twp1wwi3GM.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Menghadapi revolusi industri 4.0 dengan era digitalisasi, perpustakaan pun harus beradaptasi atas perkembangan zaman. Sebab perpusatakaan memiliki peran penting sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ainun Na'im mengatakan perpustakaan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perpustakaan ke depannya tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk membaca buku ataupun mencari informasi, namun perpustakaan dapat menjadi working space tempat munculnya inovasi-inovasi baru. Perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office,” ujar Ainun dalam siaran persnya, Kamis, 22/03/2018.

Ia mengapresiasi perkembangan perpustakaan di perguruan tinggi dan Perpustakaan Nasional yang telah mulai mengikuti perkembangan teknologi.

“Perpustaakan kita sudah mulai membuat sistem informasi canggih untuk manajemen dan pencarian koleksi perpustakaan. Perpustakaan Nasional juga telah mengembangkan Digital Library,” tuturnya.

Ainun menambahkan, pihaknya mendukung upaya integrasi dan sinergi koleksi perpustakaan antar jaringan perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan daerah dan Perpustakaan Nasional. Dengan adanya sinergi dan integrasi ini akan menghasilkan efisiensi dalam anggaran pengadaan koleksi perpustakaan. Selain itu, koleksi perpustakaan juga dapat diakses lebih luas.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarief Bando mengatakan integrasi dan sinergi antara Perpustakaan Nasional dengan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia sangat penting dalam proses transfer ilmu demi kemajuan bangsa. Dengan integrasi dan sinergi, kompilasi jutaan koleksi Perustakaan Nasional dan perpustakaan perguruan tinggi dapat dinikmati dan di akses lebih luas lagi para pencari ilmu.

“Koleksi Perpusnas open access dengan cara menjadi anggota perpusnas secara online. Setiap koleksi Perpusnas dapat diakses dan diunduh setelah menjadi anggota Perpusnas,” jelas Syarief Bando.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini