nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satpam Cabuli Bocah 15 Tahun di Kebun Sawit

Khalis Surry, Jurnalis · Sabtu 24 Maret 2018 00:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 23 340 1877223 satpam-cabuli-bocah-15-tahun-di-kebun-sawit-taYS8cRrNN.jpg Ilustrasi. Foto Okezone

BANDA ACEH - NV (30) seorang warga yang berprofesi sebagai satuan pengamanan (satpam) di salah satu perusahaan di Kabupaten Aceh Singkil diduga telah mencabuli seorang bocah yang masih berumur 15 tahun di kawasan perkebunan Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil, Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban bersama dengan adik kandungnya ditinggal orangtua mereka untuk pergi berobat. Dan mereka beruda, ditinggal di salah satu kebun sawit milik warga setempat.

"Korban dan keluarganya tinggal di kebun sawit milik warga, saat itu orangtua korban serta pemilik kebun keluar untuk berobat karena sakit," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/3/2018).

Setelah ditinggal orangtuanya, Agus melanjutkan, pelaku kemudian datang menyambangi korban dan adiknya, serta langsung memberikan ponsel kepada adik korban untuk bermain game.

Sementara pelaku mengajak korban untuk mengambil mi instan yang disediakan yang diletakan di sebuah satu pos jaga perkebunan itu. Dan aksi pencabulan itu tejadi ketika korban dengan pelaku berjalan menuju pos jaga, pelaku melancarkan aksinya dengan cara paksa terhadap korban.

"Pelaku juga mengancam korban agar tidak memberitahukan hal itu kepada siapa pun, termasuk ke orangtuanya. Korban diiming-imingi akan diberikan handphone. Pelaku kembali ke pos jaga dan korban kembali ke rumahnya denga perasaan sedih," jelas Agus.

Pada akhirnya, perlakuan bejat itu terungkap setelah korban tidak sanggup menahan rahasia itu lagi dan langsung memberitahukan kejadian yang dialaminya itu kepada orangtuanya. Mendapati informasi seperti itu, orangtua korban yang mendengar hal itu kemudian langsung membuat laporan ke Polres Aceh Singkil.

"Pelaku kita amankan dan masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih. Ia dijerat dengan pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," pungkas Agus.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini