Warga Kampung "Spesialis Singkong" Beri Dukungan Sekaligus Curhat ke Deddy Mizwar

Oris Riswan, Okezone · Jum'at 23 Maret 2018 20:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 525 1877199 warga-kampung-spesialis-singkong-beri-dukungan-sekaligus-curhat-ke-deddy-mizwar-IslOUmKn1E.jpg Calon gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, berfoto bersama warga Kampung Adat Cireundeu di kawasan Leuwigajah, Cimahi, Jabar, Jumat (23/3/2018). (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG – Calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjadikan Kota Cimahi sebagai titik kampanyenya pada Jumat (23/3/2018). Titik pertama yang didatangi adalah Pasar Antri.

Di sana, pria yang akrab disapa Demiz itu menyapa warga dan pedagang. Seperti biasa, ia disambut antusias oleh mereka yang menyerbu ingin bersalaman dan berswafoto.

Setelah itu, Demiz melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi Kampung Adat Cireundeu di kawasan Leuwigajah, Kota Cimahi. Kampung Adat Cireundeu sendiri dikenal sebagai daerah “spesialis singkong”.

Di sana, masyarakatnya tidak mengonsumsi nasi sebagai makanan utama. Mereka justru memakan berbagai olahan makanan dari singkong. Hal itu sudah berlangsung secara turun-temurun dan tetap terjaga hingga kini.

Di lokasi itu, Demiz kemudian diajak bertemu dengan warga Cireundeu di aula pertemuan. Ia disambut dengan rajah atau pembacaan doa dalam bahasa Sunda. Rajah itu sebagai bentuk dukungan kepada Demiz yang akan maju di Pilgub Jawa Barat.

Tidak hanya itu, Demiz juga diberi ikat kepala khas Sunda. Bahkan, ikat kepala itu dipasangkan oleh salah seorang tokoh adat setempat.

"Sebagai persembahan, kami di masyarakat adat khususnya, ingin mengantarkan bapak, mendoakan bapak. Semoga apa yang dicita-citakan terkabulkan. Mudah-mudahan perjalanannya dimudahkan untuk menuju Jabar I," kata Yana, salah seorang tokoh Kampung Adat Cireundeu.

Sementara itu, Abah Widi, tokoh lainnya, menjelaskan soal simbol ikat kepala yang dipakaikan pada Demiz. "Itu suatu tanda, kita sama-sama berjuang," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan tokoh Kampung Adat Cireundeu menyampaikan kegelisahannya. Salah satunya adalah soal TPA Leuwigajah yang dikabarkan akan difungsikan kembali.

Mereka menolak karena dulu di lokasi sempat terjadi bencana longsor yang menelan banyak korban jiwa. Warga tidak mau hal itu kembali terjadi.

(Calon gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar saat berkunjung ke Kampung Adat Cireundeu di kawasan Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (23/3/2018). Foto: Oris Riswan/Okezone)

Demiz sendiri menyatakan keberadaan Kampung Adat Cireundeu harus dilestarikan. Sebab, Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu kekhasan daerah.

(Baca Juga: Deddy Mizwar Prediksi Menang Tipis di Bandung Raya)

Bahkan, kampung itu bisa jadi daya tarik wisatawan. Tapi, ke depan harus ditingkatkan akses dan berbagai sarana lainnya agar wisatawan tertarik serta nyaman berwisata ke lokasi.

Jika hal itu terwujud, maka masyarakat akan mendapat manfaat positif. Salah satunya adalah menyewakan rumah untuk wisatawan. "Semestinya kekhasan ini harus punya nilai ekonomi," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini