Diduga Ancam Wartawan, Wali Kota Kupang Dilaporkan ke Polisi

Adi Rianghepat, Okezone · Sabtu 24 Maret 2018 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 24 340 1877356 diduga-ancam-wartawan-wali-kota-kupang-dilaporkan-ke-polisi-UuOK2LTjyc.jpg Wartawan bernama Leksi Saluk saat melaporkan Wali Kota Kupang Jefri Riwukore ke Polda NTT (Adi/Okezone)

KUPANG - Wali Kota Kupang Jefri Riwukore dilapor ke penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) karena diduga telah melakukan pengancaman dan memaki seorang jurnalis saat melakukan konfirmasi terkait kepergiannya ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Saya sangat tidak terima karena saat saya mewancarai beliau (Jefri) terkait kepergiannya ke Amerika Serikat, saya dimaki dengan kata-kata anjing, monyet bahkan saya diancam dengan kata-kata, "lu (kau) awas, lu jangan cari hal sama saya," kata Leksi Saluk, wartawan harian umum Viktory News saat membuat laporan di Mapolda NTT, Sabtu (24/3/2018).

"Padahal saya mewancarai Pak Wali Kota sesuai dengan kode etik yang ada," kata Leksi.

Leksi yang saban hari bertugas di Kantor Wali Kota Kupang itu menjelaskan, pada 14 Maret 2018 pukul 19.49 WITA, dia mengirim pesan , melalui WatsApp menanayakan apa saja yang disampaikan Wali Kota Kupang pada pertemuannya di Amerika Serikat.

Lalu dibalas Wali Kota Kupang bahwa akan disampaikan pada Sabtu, setelah pulang nanti. Namun, pada pukul 10.57 WITA, wali kota lalu mengirim foto lembaran tulisan harian itu dengan judul 'Jefri Enggan Menjelaskan Perjalanannya ke Amerika'.

Bukan hanya itu, tetapi diikuti kata dan kalimat "maksud apa lu tulis itu...kemarin lu tabya pada saat acara begitu padat di tenau...terus saya harus urus lu sendiri?

Namun Leksi mengaku tetap meminta klarifikasi namun tidak pernah dilakukan. Wali Kota Kupang lalu menelpon dan di saat itulah kata-kata makian dan ancaman itu diduga dilontarkan kepada Leksi.

"Ancaman dan makian itulah yang membuat saya tidak tenang dan lapor ke Polda NTT ini," kata dia.

Pemimpin Redaksi Harian Umum Victory News, Stefie Johannes menilai, Jefri telah mengabaikan hak jurnalis sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Selain itu wali kota juga sudah melakukan pengancaman verbal dengan sejumlah kata-kata yang dilontarkan. "Jadi dalam rapat redaksi kita sudah putuskan laporkan saja biar diurus polusi," katanya.

Stefie menambahkan perilaku Jefri sudah sering dilakukan terhadap jurnalis Victory News. "Pernah wartawan saya Yawan Ati juga diancam dan dimarah-marah. Makanya agar tidak lagi berulang, maka dewan redaksi memutuskan untuk melapor saja ke polisi," kata Stefie.

Laporan Jurnalis Victory News Leksi Saluk diterima Komandan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT, Aiptu Ali Muda dan Brigadir Jonli Tinenti.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore yang dikonformasi melalui telepon belum memberikan tanggapannya terkait laporan tersebut.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini