nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Ribu Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Kontrol Senjata

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 25 Maret 2018 12:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 25 18 1877577 ratusan-ribu-warga-as-unjuk-rasa-tuntut-kontrol-senjata-TCZrPfne7p.JPG Emma Gonzalez berpidato di hadapan lautan manusia di Washington, Amerika Serikat (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

WASHINGTON – Ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan di seluruh Amerika Serikat (AS) guna menuntut pengetatan terhadap kontrol senjata. Gerakan ‘The March For Our Lives’ atau ‘Pawai untuk Hidup Kami’ itu dilakukan setelah 17 orang siswa tewas dalam penembakan di Florida, pada Februari lalu.

Salah satu penyintas tragedi tersebut, Emma Gonzalez, memberikan pidato penuh haru dalam acara puncak di Washington. Setelah menyebut nama-nama korban, ia sempat terdiam di panggung selama 6 menit 20 detik, sama dengan waktu yang dibutuhkan oleh pelaku untuk menembak mati para siswa.

“Sejak saya keluar, sudah berjalan selama 6 menit 20 detik. Pelaku berhenti dan meninggalkan senjatanya serta bergabung dengan para siswa yang menyelamatkan diri hingga mampu berkeliaran selama satu jam sebelum ditangkap. Berjuang untuk hidup Anda sebelum itu menjadi tugas orang lain,” ujar Emma Gonzalez, melansir dari Vox, Minggu (25/3/2018).

Diwartakan BBC, unjuk rasa serupa akan dilangsungkan di lebih dari 800 lokasi berbeda di seluruh dunia. Edinburgh, Skotlandia; London, Inggris; Jenewa, Swiss; Sydney, Australia; dan Tokyo, Jepang, akan menggelar unjuk rasa dengan tuntutan pengetatan kontrol senjata.

Lautan Manusia Desak Amerika Serikat Perketat Aturan Kepemilikan Senjata Api

(Lautan Manusia Desak Amerika Serikat Perketat Aturan Kepemilikan Senjata Api. Foto: Reuters)

Di Washington, kerumunan besar orang menyemut di sekitar Pennsylvania Avenue. Sebagian besar pengunjuk rasa adalah pemuda dan anak-anak yang membawa beragam tulisan. ‘Lindungi Anak-Anak, Bukan Senjata’ dan ‘Apakah saya selanjutnya?’ adalah dua contoh plakat yang diusung pengunjuk rasa.

BACA JUGA: 17 Orang Tewas dalam Penembakan Sekolah di Florida, Mantan Siswa Ditangkap 

Sebagaimana diberitakan, penembakan di Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas, terjadi pada 14 Februari atau tepat pada Hari Valentine yang identik dengan kasih sayang. Penembakan itu dianggap paling buruk yang terjadi di sekolah sejak tragedi Sandy Hook yang menewaskan 26 orang.

Kampanye kontrol senjata yang digagas para pelajar di Parkland itu mendapat dukungan luas, terutama kepada Emma Gonzalez, salah satu penyintas yang juga figur paling bersuara. Selain demonstrasi di Washington, unjuk rasa juga berlangsung di Parkland, Florida; New York; Los Angeles; Houston; hingga ke Alaska.

Hak memiliki senjata untuk membela diri dikukuhkan lewat amandemen konstitusi kedua di AS. Namun, kepemilikan yang bebas itu justru menyebabkan aksi penembakan tumbuh subur di Negeri Paman Sam. Survei yang diadakan Associated Press mengungkap bahwa 69% warga AS menginginkan adanya hukum kepemilikan senjata yang lebih ketat.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini