nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hendak Memancing, Dua Remaja Tewas Tersambar Petir saat Berteduh

Mewan Haqulana , Jurnalis · Minggu 25 Maret 2018 01:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 25 340 1877503 hendak-memancing-dua-remaja-tewas-tersambar-petir-saat-berteduh-JwFZOnwPt9.jpg Ilustrasi

BANYUASIN - Sungguh tragis nasib M Dias (18) dan Kiki Purwanto (18). Dua jejaka asal Desa Sumber Rejo kecamatan Pulau Rimau ini ditemukan tewas mengenaskan tersambar petir, saat berteduh di pondok persawahan sekitar desa nya, Jumat 23 Maret 2018 sekira pukul 21.00 wib.

Dimun (43) keluarga korban mengatakan, pagi hari sebelum kejadian, dua sekawan ini berangkat dari rumah hendak memancing ikan di Sungai. Kemudian, karena hujan lebat, diduga keduanya datang ke pondok persawahan untuk berteduh.

"Saat pertama kali ditemukan jasadnya sudah gosong, sepertinya tersambar petir. Karena di hamparan sawah yang luas ini, pondok tersebut paling tinggi, memang rawan petir," katanya.

Dia melanjutakan, kemunginan korban telah meninggal saat hujan lebat pada siang hari kejadian. Warga baru melakukan pencarian malam harinya, karena korban tak kunjung pulang.

"Kami sempat menyusuri tempat dia biasa memancing, takutnya terbawa arus atau diterkam buaya, karena di tempat ini memang rawan. Ternyata mereka ditemukan berada di pondok sawah dengan kondisi mengenaskan," katanya.

Jasad korban langsung dievakuasi warga ke rumah duka dan dimakamkan keesokan harinya, Sabtu (24/3/2018) di tempat pemakaman umum desa setempat. "Karna kondisinya, jasad korban langsung cepat dimakamkan," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, Indra Hadi mengatakan darerah tersebut memang rawan hujan petir dan puting beliung. Ini bukan kali pertama warga Banyuasin menjadi korban akibat tersambar petir.

"Berdasarkan data BMKG akhir-akhir ini sejumlah daerah di Sumsel memang rawan hujan badai dan petir. Kami selalu mengingatkan pada warga agar lebih hati-hati," tegasnya.

Dia melanjutkan, menjelang perubhan iklim, kerap terjadi cuaca ekstrim, seperti petir dan angin kencang. "Berdasarkan peta bencana yang ada di Kesbangpol Banyuasin, ada 7 Kecamatan hujan petir dan rawan puting beliung," jelasnya.

Dia menyebutkan, tujuh kecamatan tersebut yaitu, Banyuasin I, Banyuasin II, Banyuasin III, Muara Telang, Air Kumbang, Pulau Rimau dan Rantau Bayur. "Daerah tersebut mayoritas merupakan dataran rendah, perairan dan berbatasan dengan laut," katanya.

Dia mengimbau kepada warga agar lebih waspada beberapa hari kedepan untuk lebih waspada. "Hindari keluar rumah kecuali ada kepentingan, saat hujan dan angin jangan berada di lapangan terbuka. Karena berpotensi tersambar petir," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini