Probosutedjo, Pengabdian Guru Menjadi Pengusaha

Shara Nurachma, Okezone · Senin 26 Maret 2018 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 26 65 1877908 probosutedjo-pengabdian-guru-menjadi-pengusaha-sxAhPseoU7.jpg Foto: Dok Antara

JAKARTA - Pengusaha Probosutedjo, dikabarkan tutup usia pada Senin (26/3/2018). Adik seibu dari mantan Presiden RI Soeharto ini meninggal dunia di usianya yang ke 87 tahun.

Probosutedjo lahir pada 1 Mei 1930 di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pejabat dan pengusaha masa orde baru yang cukup dekat dengan mantan Presiden Soeharto. Ia juga mengelola banyak jenis usaha. Di antaranya, ia adalah Direktur Utama PT. Menara Hutan Buana dan pemilik Yayasan Menara Bhakti. Ia juga menunjukan kepeduliannya pada dunia pendidikan dengan mendirikan Universitas Mercu Buana dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Tak hanya itu, Probosutedjo juga adalah salah satu penggagas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia.

Di tahun 1957, Probosutedjo menjadi guru taman siswa dan pada 1960 ia juga pernah menjadi guru Taman Dewasa dan Taman Madya di Pematangsiantar. Di tahun yang sama, tuntunan keuangan membuatnya berpikir untuk mengubah jalan karier menjadi seorang pebisnis, dimulai dengan membuat diktat-diktat pelajaran SMA yang kemudian ia jual kepada guru-guru dan hasilnya pun ia bagi dua dengan guru-guru tersebut.

Setelah itu, berkat perkenalannya dengan pemilik PT. Orisi, relasi bisnis Probo pun semakin meluas. Probo bahkan mendirikan perwakilan PT. Orisi di Jakarta. Berbagai bisnis lain berhasil ia dirikan setelah itu, seperti bisnis otomotif, pertanian, keuangan, hingga pendidikan. Kini Probo yang hanya bermula sebagai guru telah sukses menjadi pebisnis kawakan Indonesia berkat keuletan dan kejeliannya melihat peluang bisnis.

Pada saat menginjak usia 80 tahun, Probosutedjo merilis sebuah buku tentang perjuangan dan perjalanan hidupnya serta kenangan-kenangannya bersama almarhum Soeharto. Buku ini berjudul Memoar Romantika Probosutedjo: Saya dan Mas Harto, karya penulis Albertine Endah.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini