Image

Reaktor Nuklir AS Bocorkan Zat Radioaktif Akibat Kepanasan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 27 18 1878769 reaktor-nuklir-as-bocorkan-zat-radioaktif-akibat-kepanasan-WxgluN84L3.jpg Fasilitas nuklir Three Mile Island milik Amerika Serikat (Foto: Lancaster Online)

KECELAKAAN nuklir paling buruk dalam sejarah Amerika Serikat (AS) terjadi pada 28 Maret 2979, sekira pukul 04.00 waktu setempat. Insiden terjadi setelah katup pembuangan di reaktor 2 fasilitas nuklir Pulau Three Mile gagal menutup dengan sempurna.

Insiden bermula ketika pompa yang seharusnya mengarahkan uap ke turbin listrik pabrik, berhenti bekerja. Kondisi tersebut menyebabkan pompa sirkulasi air bocor. Tanpa adanya air, suhu reaktor nuklir itu meningkat secara drastis dan katup pembuangan terbuka.

Dinukil dari History, Rabu (28/3/2018), kurangnya pengalaman seorang operator yang ditunjuk mengawasi reaktor nuklir itu justru melakukan kesalahan fatal. Alih-alih menutup katup pembuangan air, operator itu malah membuka saluran pembuangan lain sehingga air semakin banyak keluar dari tanki.

Hasilnya, reaktor kedua kehilangan banyak air yang pada akhirnya memecahkan tanki. Air lantas bercampur dengan zat radiokatif dan dalam waktu singkat cairan berbahaya itu membanjiri fasilitas nuklir Three Mile Island.

Operator lantas mematikan sistem pendinginan utama yang biasanya mengambil mode otomatis. Kekeliruan demi kekeliruan terus dilakukan hingga bencana sulit dihindarkan. Sebagai langkah antisipasi, zat radioaktif dialirkan ke perairan terdekat, yakni Sungai Susquehanna.

Masalah kian bertambah mengingat sungai terbesar dan terpanjang di wilayah timur AS itu menjadi sumber air bagi penduduk di Pennsylvania. Karena itu, penduduk sekitar seharusnya dievakuasi. Namun, tidak seorang dari pihak berwenang pun yang diberi tahu mengenai insiden tersebut.

Ketika berita mulai menyebar, insiden lebih serius justru disepelekan. Dalam hitungan hari, tingkat radiasi meluas. Di saat bersamaan, operator reaktor terus sibuk membenahi kerusakan, berharap dapat mengendalikan situasi.

Gubernur Pennsylavania, Richard Thornburgh, akhirnya menanggapi situasi dengan serius meski sudah cukup telat. Ia memerintahkan semua perempuan hamil dan anak-anak agar dievakuasi dari kawasan yang sudah terkontaminasi radiasi nuklir.

Baru pada 31 Maret, masalah sebenarnya ditemukan. Reaktor nuklir akhirnya berangsur pulih hingga ancaman kebocoran pun berakhir. Presiden AS, Jimmy Carter, yang juga seorang teknisi nuklir terlatih, menenangkan warga dengan berkunjung ke reaktor nuklir tersebut. Namun demikian, kawasan di sekitarnya baru bisa sepenuhnya dinyatakan aman pada 9 April 1979.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini