Soal Ojek Online, Jokowi: Memang Harus Ada Patokan Harga Bawah & Harga Atas

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 16:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 27 337 1878600 soal-ojek-online-jokowi-memang-harus-ada-patokan-harga-bawah-harga-atas-YTJWLIy753.jpg Presiden Jokowi saat bertemu dengan perwakilan ojek online (foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pihaknya telah mendengarkan berbagai keluhan dari para pengemudi ojek online yang telah melakukan aksi demonstrasi yang menuntut rasionalisasi tarif dari moda transportasi ojek daring ini.

Kepala Negara telah menginstruksikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Menkominfo Rudiantara untuk mengumpulkan para aplikator ojek online serta para perwakilan dari juru mudi ojek online. Pertemuan itu akan berlangsung besok, Selasa 28 Maret di Istana Merdeka, Jakarta.

"Diundang diajak bicara. Intinya dicari jalan tengah agar tidak merugikan," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/3/2018).

Jokowi belum dapat memastikan apakah usulan dari para ojek online yang meminta tarif Rp2,500 per kilometer dapat diterima pemerintah. Menurut dia, tarif dari ojek daring ini harus memiliki tarif atas dan tarif bawah seperti moda transportasi lainnya.

"Besok dibicarakan dulu. Tapi menurut saya memang harus ada patokan harga bawah, harga atas. Mungkin ke situ, tapi belum. Besok akan diputuskan setelah pertemuan itu dilakukan," tandasnya.

 (Baca juga: Presiden Jokowi Terima Perwakilan Ojek Online di Istana)

Sebelumnya, Kepala Negara telah menerima perwakilan dari pengemudi ojek online yang melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Perwakilan dari pengemudi ojek daring tersebut terdiri dari lima orang. Kemudian mereka menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Menhub Budi Karya mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan mediasi kepada perwakilan ojek online pada besok, Selasa 28 Maret 2018.

"Tadi pengemudi ojek online sudah diterima dan rencananya akan melakukan mediasi besok," kata Budi Karya usai pertemuan tersebut.

Sehingga, ribuan massa dari pengemudi ojek online ini akan berhenti berunjuk rasa di Istana. Sebelumnya, massa mengancam akan bermalam di depan Istana bila aspirasinya tak didengar pemerintah.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi dampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini