nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyamar sebagai Pria, Lesbian di Lampung Cabuli Gadis Muda

Tri Purna Jaya, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 23:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 27 340 1878812 menyamar-sebagai-pria-lesbian-di-lampung-cabuli-gadis-muda-fANbf2iqMu.jpg Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG - Seorang gadis muda yang berorientasi seksual dengan sejenisnya (lesbian) menyamar menjadi pria dan mencabuli seorang gadis remaja di Bandar Lampung. Pelaku bahkan mengajak korban kumpul kebo selama beberapa bulan.

Pelaku bernama asli Ana Widyastuti (24), berperawakan kecil dan berambut pendek laiknya laki-laki. Pelaku menyamar menjadi laki-laki dengan nama Ryan Febriansayah. Dia ditangkap oleh anggota Polresta Bandar Lampung tanpa perlawanan.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, pelaku ditangkap atas tuduhan pencabulan dan penipuan terhadap AWP (16) warga Kecamatan Sukarame.

“Kami telah menangkap seorang wanita yang menyamar menjadi pria telah mencabuli korban yang masih dibawa umur,” katanya, Selasa (27/3/2018).

Dari hasil penyelidikan dan keterangan pelaku, korban tidak sadar bahwa pelaku adalah perempuan saat diajak berpacaran. Setelah berpacaran beberapa bulan, korban pun menurut saat diajak kabur dari rumah dan tinggal di kontrakan pelaku tanpa nikah.

“Pelaku berkenalan dengan korban mengaku bernama Ryan, tidak lama kedua berpacaran dan menyewa kamar kos di wilayah Sukarame selama dua bulan,” katanya.

Harto menambahkan, saat ‘kumpul kebo’ itu, keduanya juga sempat beberapa kali berhubungan badan laiknya suami istri. Tetapi, karena merasa ada yang janggal dan aneh, korban pun curiga.

“Akhirnya korban mengetahui indetitas pasangan merupakan seorang wanita kemudian melaporkan ke orangtuanya,” katanya.

Dari pelaku pihaknya menyita barang bukti berupa buku akte nikah palsukan atas nama Ryan Febriansayah dan kartu keluarga.

Sedangkan Ana mengaku tidak ada niat untuk mengajak korban pacaran. Dia mengaku mengubah identitas hanya untuk mencari pekerjaan dan tidak mendapat pelecehan.

“Saya ngaku jadi laki biar dulu langsung bisa kerja. Memang saya jadi kayak gini awalnya ada pelecehan dan gak mau diremehin,” katanya.

Ana mengatakan, mengenal korban saat ada acara di tempatnya. Ana mengaku tidak memerkenalkan diri sebagai perempuan saat berkenalan. Setelah berpacaran, pelaku mengajak korban tinggal di kontrakannya.

“Kami gak nikah, buku nikah itu punya teman saya dan buku akte nikah namanya saya ubah, saya gak nikah dengan dia kami hanya kumpul kebo aja,” katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini