nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa di Aceh Gembok Kantor Pertamina

Khalis Surry, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 20:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 28 340 1879325 tolak-kenaikan-bbm-mahasiswa-di-aceh-gembok-kantor-pertamina-OArTv3ZXiq.jpg Mahasiswa Aceh demo tolak kenaikan pertalite. Foto Okezone/Khalis Surry

BANDA ACEH - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (AMPER) di Aceh menggelar aksi demo bentuk penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan ketersediaan Premium yang langka di sejumlah SPBU di Aceh.

Pengamatan Okezone, para pengunjuk rasa tersebut memulai aksi Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Rabu (28/3/2018).

Massa yang berasal dari sejumlah organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banda Aceh itu berorasi secara bergantian. Mereka juga membawa sejumlah kertas karton yang betuliskan kata penolakan tehadap kenaikan BBM.

Setelah berorasi bergantian di lokasi bundaran Simpang Lima, kemudian para demonstran bertolak melakukan long march menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh untuk berorasi dan meminta anggota dewan untuk menandatanganan petisi atas penolakan terhadap kenaikan harga BBM.

Selain mendapat tanda tangan dua anggota dewan terhadap petisi itu, mahasiwa juga melakukan penggembokan gebang gedung Kantor Pertamina Persero Regional Aceh.

''Penyegelan ini murni dari kami, bentuk kekecewaan mahasiswa yang juga mewakili rakyat Aceh untuk menyegel, karena bentuk dari kinerja mereka yang tidak bagus, semena-mena. Dan kita juga semena-mena menyegel ini,'' kata Koordiantor Aksi, Alfian Rinaldi kepada wartawan.

Sebelum menyegel gerbang, mahasiswa mengharapkan pimpinan dari Pertamina Persero Regional Aceh untuk keluar dari kantor dan menyambangi mahasiswa. Tetapi, hal itu tidak terjadi. Kata Alfian, mereka mengharapkan pemimpin dari pertamina untuk memfoto petisi dan tuntutan mereka dan menyampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

''Jika harga premium tidak direspon pemerintah. Kita mahasiswa Aceh akan turun menggelarkan aksi kembali,'' ungkapnya.

''Pemerintah bukan untuk menyengsarakan rakyat, tetapi untuk mensejahteraan rakyat. Aceh masih banyak orang susah, naiknya harga BBM ini maka sama dengan pemerintah membunuh rakyat kecil,'' teriak orator dalam aksi.

Dalam demo itu, mahasiswa menuntut agar pemerintah menurunkan harga BBM jenis Pertalite, mengusahakan agar Premium tetap tersedia. Dan menuntut pemerintah untuk serius dalam mensejahterakan rakyat, bukan malahan menyengsarakan rakyat.

''Keseriusan pemerintah terhadap pengelolaan minyak dan gas untuk kesejateraan rakyat kecil bukan untuk golongan elit yang mencari keuntungan. Pemerintah harus sejahterakan rakyat atau kembalikan subsidi bahan bakar minyak untuk rakyat kecil,'' pungkas Alfian.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini