Presiden AS Ronald Reagan Selamat dari Berondongan Timah Panas

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 29 18 1879819 presiden-as-ronald-reagan-selamat-dari-berondongan-timah-panas-Mp3fxDVkMJ.jpg Suasana tempat kejadian perkara (TKP) usai penembakan terhadap Ronald Reagan (Foto: Mike Evens/AFP)

NYAWA mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Ronald Reagan, nyaris melayang setelah ditembak oleh John Hinckley Junior pada 30 Maret 1981 di luar Hotel Hilton, Washington. Beruntung, nyawa politikus Partai Republik itu berhasil diselamatkan.

Reagan baru saja selesai memberikan pidato dalam pertemuan serikat buruh di hotel tersebut. Ia sedang berjalan bersama rombongannya menuju limusin ketika pelaku yang berdiri bersama wartawan, melepaskan enam tembakan ke arah Ronald Reagan.

Enam tembakan itu mengenai sang presiden dan tiga orang ajudannya. Atase Pers Gedung Putih, James Brady, terkena tembakan di kepala dan mengalami luka serius, petugas paspampres bernama Timothy McCarthy tertembak di bagian samping, dan petugas polisi bernama Thomas Delahaney tertembak di leher.

Melansir dari History, Jumat (30/3/2018), usai menembak, Hinckley berhasil dicegat dan disudutkan ke tembok oleh pihak berwenang. Sementara itu, Presiden Ronald Reagan yang tak sadar mengalami luka tembak, dipapah ke limusin oleh Paspampres dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ronald Reagan menderita luka tembak di bagian paru-paru kiri. Untung saja, peluru kaliber 22 milimeter (mm) itu tidak menyentuh jantungnya. Yang mengesankan, di umur 70 tahun dan dengan luka tembak di paru-paru, ia masih mampu berjalan sendiri ke ruang perawatan di Rumah Sakit George Washington University.

Jelang operasi, Ronald masih sempat bercanda dengan istrinya, Nancy Reagan. Operasi berjalan dengan lancar selama dua jam dan sang presiden dinyatakan dalam kondisi stabil.

Keesokan harinya, Presiden Ronald Reagan bertugas seperti biasa dari kamar rumah sakit. Ia sempat menandatangani satu dokumen pengesahan saat terbaring di kasur. Pada 11 April 1981, Ronald Reagan sudah dapat kembali ke Gedung Putih untuk bertugas seperti biasa.

Selalu ada berkah di balik musibah. Popularitas Ronald Reagan justru meroket usai percobaan pembunuhan tersebut. Ia disambut bak pahlawan saat datang ke Capitol, Gedung Kongres AS, pada akhir April. Pada Agustus 1981, Reagan mengklaim sudah pulih sepenuhnya dari luka tembak. Akan tetapi, nyatanya efek dari luka itu terus ia rasakan hingga beberapa tahun kemudian.

Dari seluruh korban, hanya James Brady yang mengalami dampak paling parah. Ia menderita kerusakan otak permanen. Hal itu membuatnya menjadi seorang aktivis pengetatan kontrol senjata hingga Kongres pada 1993 mengesahkan undang-undang ‘Brady Bill’ mengenai pengecekan latar belakang selama lima hari bagi seseorang yang hendak membeli senjata api.

Sementara itu, John Hinckley Junior dijatuhkan sejumlah dakwaan atas percobaan pembunuhan terhadap presiden. Namun, ia dibebaskan dari segala tuduhan pada Juni 1982 dengan alasan kejiwaan. Meski begitu, dengan pertimbangan berbahaya bagi masyarakat, Hinckley diwajibkan menjalani perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Saint Elizabeth.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini