nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Striker Timnas Tersangka Pencabulan "Berburu" Korbannya Lewat Aplikasi Kencan Online

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 09:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 29 340 1879476 mantan-striker-timnas-tersangka-pencabulan-berburu-korbannya-lewat-aplikasi-kencan-online-XAKixNSbjZ.jpg

MEDAN - Penyidik kepolisian dari Unit Pidana Umum pada Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, terus melakukan penyidikan atas kasus dugaan perampokan, penganiayaan, pengancaman dan percobaan perkosaan yang patut diduga dilakukan oleh AYL, mantan striker tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia saat gelaran SEA Games di Laos tahun 2009 lalu.

Dari pemeriksaan terhadap AYL, diketahui bahwa pesepakbola yang bermain untuk tim PSMS Medan itu, berkenalan dengan korbannya ABS (26), pada pertengahan 2017. Mereka pun kemudian bersepakat untuk bertemu pada Sabtu 17 Maret 2018 lalu.

"Mereka berkenalan lewat aplikasi kencan online. Lalu sepakat bertemu untuk jalan-jalan bersama. Namun saat bertemu, bukannya jalan-jalan, korban justru dianiaya, diancam dan nyaris diperkosa tersangka," jelas Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Rafles Marpaung, Rabu (28/3/2018).

AKP Rafles menyebutkan, setelah menganiaya dan nyaris memperkosa ABS, tersangka AYL kemudian membuang korban di pinggir Jalan Seksama Medan. Beruntung korban ABS yang saat itu tak sadarkan diri, ditolong warga dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

‎"Pertama dari laporan korban, mengaku hendak diperkosa, pencurian dengan kekerasan dan penganiyaan. Namun, dari hasil penyidikan kita kenakan penganiyaan dan pengancaman. Pelaku kita jerat dengan Pasal 368 ayat (1) KUHPidana tentang ancaman dengan kekerasan dan Pasal 351 ayat (1) KUHP tetang penganiyaan dengan kekeras dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,"tegas Rafles.

(Baca Juga: Merampok & Memperkosa, Mantan Striker Timnas Ditangkap Polisi)

Rafles kembali menceritakan, tersangka AYL ditangkap setelah Polisi menyelidiki kasus pembuangan terhadap korban ABS di Jalan Seksama Medan. Dari penelusuran yang dilakukan Polisi, mereka berhasil mengidentifikasi mobil yang digunakan tersangka saat membuang korban ABS.

Polisi kemudian juga berhasil mengidentifikasi tersangka AYL dan menangkapnya saat tengah melatih sepak bola di Lapangan BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jum'at 23 Maret 2018 lalu.

Kasus penganiayaan dan pengancaman terhadap korban ABS, bukanlah kasus hukum pertama yang dihadapi AYL. Pada 2013-2014, AYL juga pernah ditangkap Polda Sumut dalam kasus kepemilikan 3 butir pil ekstasi. Dia kemudian dijatuhi hukuman 9 bulan penjara.

Lalu, pada 2016, AYL juga disebutkan terlibat kasus pencabulan di Jalan STM. Namun korban tak membuat laporan ke polisi. Pada 2017, AYL terlibat kasus pencurian dan diamankan di Polsek Medan Baru. Namun kala itu ia berdamai dengan korbannya.

Polisi pun memperkirakan masih ada korban-korban lainya dari AYL. Mereka kini mendalami penyidikan untuk mencari korban-korban tersebut dan meminta masyarakat yang menjadi korban AYL untuk segera membuat laporan polisi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini