nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jabar Ringkus Pelaku Penjualan Elang Langka Lewat Medsos

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 29 525 1879621 polda-jabar-ringkus-pelaku-penjualan-elang-langka-lewat-medsos-5Aj58EprY2.jpg Polisi menangkap pelaku penjualan hewan langka via online. (Foto: CDB/Okezone)

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar mengungkap penjualan satwa langka lewat online. Dalam pengungkapan tersebut, lima elang berbagai jenis berhasil diamankan polisi sebagai barang bukti.

Polisi juga mengamankan pelaku penjual burung elang langka yang diketahui bernama Rudi Aryanto alias Ari (28), warga asal Kabupaten Bandung.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pengungkapan berawal dari adanya informasi penjualan hewan langka dengan menggunakan media sosial untuk transaksi jual-beli.

Dari sana, pihaknya bersama dengan BKSDA provinsi Jabar melakukan penyelidikan dan menemukan kegiatan jual-beli tersebut. Dari temuan itulah, polisi pun bersama dengan BKSDA melakukan penangkapan terhadap Rudi di kediamannya.

(Baca juga: Monyet Langka dan 2 Ekor Kukang Diselamatkan saat Sedang Diperjualbelikan via Online)

"Ada lima elang yang berhasil diamankan, satu ekor mati. Jenisnya macam-macam, di antaranya elang brontok hitam, brontok putih, alap-alap, dan elang laut," kata Budi saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Kamis (29/3/2018).

Agung menuturkan, pelaku Rudi diketahui melakukan kegiatan jual-beli hewan langka ini, dengan menggunakan media sosial Facebook dalam grup BOP.

"Pelaku ini jual beli hewan ini, di grup tersebut. Beberapa elang yang dibelinya dengan harga rata-ratanya Rp600 hingga dengan Rp800 ribu. Kemudian dijual kembali dengan rata-rata 750 hingga dengan 1 juta rupiah. Ini sudah berjalan 6 bulan," tuturnya.

Saat ini, Agung menyebutkan, pihaknya tengah mendalami kasus penjualan hewan langka ini. Sementara itu, terhadap Rudi, polisi menerapkan Pasal 40 Ayat 2 juncto Pasal 21 Ayat 2 huruf a Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini