nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa 6,9 SR Guncang Papua Nugini, Picu Peringatan Tsunami

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 11:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 30 18 1880040 gempa-6-9-sr-guncang-papua-nugini-picu-peringatan-tsunami-GgxbbN0lW0.jpg Ilustrasi.

SYDNEY – Gempa berkekuatan 9 skala 6,9 skala Richter (SR) mengguncang pantai selatan Pulau New Britain, Papua Nugini pada Jumat. Gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami untuk penduduk di pantai sekitar, tetapi tidak ada laporan korban jiwa atau adanya kerusakan.

BACA JUGA: 10 Hari Pasca-Gempa Papua Nugini, Jumlah Korban Tewas Mencapai 100 Orang

Gempa dangkal tersebut berpusat sekira 162 km barat daya Rabaul, wilayah yang jauh lebih terpencil daripada dataran tinggi Papua Nugini yang diguncang gempa berkekuatan 7,5 SR yang menewaskan 100 orang pada 26 Februari.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mengeluarkan peringatan ancaman untuk wilayah garis pantai Papua Nugini yang berjarak 300 km dari pusat gempa. Namun, kemudian peringatan tersebut ditarik setelah dinilai ancaman telah berlalu.

Dellie Minding, seorang resepsionis di Hotel Rabaul di timur New Britain, sekira 20 menit dari pantai, mengatakan kepada Reuters bahwa gempa itu terasa, dan banyak tamu yang berlari keluar, tetapi tidak ada kerusakan.

Sementara di Perkebunan Rapopo Plantation, resepsionis May Dovon mengatakan dia tidak mendengar ada korban atau kerusakan.

"Kami merasakan gempa, semuanya berguncang jadi kami keluar dari gedung," kata Dovon kepada Reuters, Sabtu (30/3/2018). "Tidak ada yang rusak."

Gempa biasa terjadi di Papua Nugini, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik, sebuah hotspot untuk aktivitas seismik karena gesekan antara lempeng tektonik. Rabaul terletak pada bayangan Gunung Tavurvur, gunung berapi aktif yang menghancurkan kota pada 1994 saat terjadi letusan besar.

Gempa terbaru ini terjadi ketika Papua Nugini sedang berjuang untuk mendapatkan bantuan bagi para korban gempa 26 Februari. Gempa tersebut meratakan beberapa desa dan merusak pasokan air di pulau utama negara itu.

BACA JUGA: Sepekan Pasca Gempa Papua Nugini, 150 Ribu Orang Belum Mendapatkan Bantuan

Negara itu juga kehilangan penghasil pendapatan terbesarnya karena gempa itu membuat proyek gas alam cair Exxon di Papua Nugini yang menghasilkan penjualan tahunan sebesar USD3 miliar dihentikan. Perusahaan itu masih menilai kerusakan akibat gempa di fasilitasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini