Image

April Mop, Dari Pergantian Kalender hingga Festival Penyamaran

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 01 April 2018 06:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 31 18 1880472 april-mop-dari-pergantian-kalender-hingga-festival-penyamaran-Kzr2YOcxC1.jpg Ilustrasi April Mop (Foto: Shutterstock)

APRIL Mop atau ‘April Fools’ seakan menjadi pembenaran bagi orang-orang untuk melakukan keisengan kepada teman, kerabat, atau orang terdekatnya. Tradisi mengerjai orang tepat pada 1 April setiap tahunnya ternyata sudah berjalan selama ratusan tahun.

Tradisi April Mop mulai dipopulerkan pada 1700 oleh para orang jahil di Inggris yang saling mengerjai. Meski begitu, para ahli sejarah meyakini tradisi itu sudah ada jauh sebelumnya, setidaknya pada 1582 di Prancis.

Negeri Mode saat itu baru saja berganti kalender dari Julian yang diperkenalkan Kaisar Romawi, Julius Caesar, menjadi kalender Gregorian yang dipergunakan secara luas sejak 1582. Dalam penanggalan Julian, tahun baru dirayakan setiap pekan terakhir Maret hingga April sementara Gregorian tiap 1 Januari.

Melansir dari History, Minggu (1/4/2018), banyak orang Prancis yang terlambat mengetahui perubahan tersebut. Akibatnya, mereka tetap merayakan tahun baru pada pekan terakhir Maret hingga 1 April. Orang-orang kurang update itu yang pada akhirnya menjadi korban olok-olok atau sasaran berita palsu.

Salah satu ejekan yang dilontarkan adalah dengan menempelkan ikan kertas di punggung dan menjuluki mereka sebagai ‘poisson d’avril’ atau ‘ikan bulan April’. Julukan itu digunakan untuk melambungkan orang-orang yang lugu seperti halnya seekor ikan muda yang mudah ditangkap.

Selain fakta tersebut, sejarawan juga menghubungkan April Mop dengan festival kuno seperti Hilaria, yang dirayakan rakyat Romawi pada akhir Maret. Dalam festival itu, orang-orang akan mengenakan penyamaran untuk menutupi identitas mereka.

Pada masa modern, orang-orang memasukkan berita bohong atau hoaks sebagai salah satu bentuk lelucon April Mop. Terkadang, hoaks yang diucapkan begitu terencana dan teliti sehingga penerima berita itu menerimanya tanpa mencari kebenarannya.

Penyebaran berita hoaks juga dilakukan media baik itu cetak, elektronik, maupun daring (online) sehingga orang-orang begitu mudah percaya. Biasanya media akan melaporkan berita atau klaim karangan yang menipu pemirsa dan pembacanya.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini