nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Tabanan Ngayah Nari Rejang Renteng Bareng Kaum Ibu

Nurul Hikmah, Jurnalis · Sabtu 31 Maret 2018 23:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 31 340 1880505 bupati-tabanan-ngayah-nari-rejang-renteng-bareng-kaum-ibu-Q7rfBuV60z.jpg Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti "Ngayah Nari Rejang Renteng" di Pura Puseh Ian Desa Pekraman Samsaman, Desa Kukuh, Kerambitan. (Foto: Dok Istimewa)

TABANAN - Dengan gerak gemulai, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti “Ngayah Nari Rejang Renteng” di Pura Puseh lan Desa, Desa Pekraman (DP) Samsaman, Desa Kukuh, Kerambitan.

Selain gerakannya yang nan gemulai, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut juga menari penuh dengan kebahagiaan bersama puluhan ibu-ibu pengayah setempat. Begitupun dengan para ibu yang sangat bahagia dan merasa bangga karena baru pertama kalinya menari ditemani orang nomor satu di Tabanan itu. Terlihat seakan tak yang mampu menghalangi kegembiraan di wajah para ibu setempat.

Kehadiran Bupati Eka ke Pura Puseh lan Desa DP. Samsaman dalam rangka memenuhi undangan masyarakat, sebagai penyaksi (menyaksikan) digelarnya Upacara Dewa Yadnya, Yaitu Ngenteg Linggih di Pura Puseh lan Desa DP. Samsaman, Kukuh, Kerambitan, Jumat (30/3/2018).

“Tiang merasa sangat bangga sekali, baru datang saya sudah dipakaikan selendang merah dan diajak Ngayah menari Rejang Renteng. Ibu-ibu di sini sangat semangat sekali. Astungkara tanpa latihan Saya bisa mengikuti gerakannya, meski dengan formasi yang berbeda. Tepuk tangan kepada penari semua atas semangatnya,” ucap Bupati Eka sehabis menari Rejang Renteng.

Ia menegaskan, tarian Rejang Renteng saat ini merupakan kesenian yang sangat populer di kalangan ibu-ibu. Di kesempatan yang akan datang, dirinya berniat menggelar Kesenian Tari Rejang Renteng Masal yang melibatkan ibu-ibu di setiap desa yang ada di Kabupaten Tabanan.

“Nanti kita akan buat massal, tapi nanti namanya kita akan buat beda sedikit dan lebih spesial, yaitu Rejang Renteng Serasi. Atributnyanya bukan kuning, kayak hijau nanti karena dipinggir pantai. Personelnya akan mencapai 7.000 lebih ibu,” tegas Eka.

Dari 7.000-an kaum ibu tersebut nantinya di setiap Desa diharapkan bisa menurunkan personel sekitar 50 orang. Ia menjelaskan, ini akan bisa mencapai rekor Muri karena belum ada yang menggelar Tari Rejang Renteng Masal. Hal itu akan bisa menjadi sebuah kebanggan bagi Tabanan, apalagi hal seperti merupakan ajang pelestarian adat, seni, dan budaya Bali, jelas Bupati Eka.

Dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas persatuan mewujudkan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Samsaman. Dari Pura hingga Balai Banjar dipuji Bupati Eka. Hal ini mencerminkan masyarakat samsaman sangat bersatu dan saling bekerja-sama.

“Kelihatan ida dane iriki sami mesikian, cumpu, tidak pernah tengok kiri dan kanan. Dan Tiang yakin, ke depan DP. Samsamin ini bisa tiang ajak membangun ring Tabanan. Sampunan pecah belah, terus bersatu. Karena sekali pecah maka meweh malih menyatukan. Kalau sudah bersatu, apapun program kedepan pasti terlaksana,” tegas Bupati Eka.

Bupati juga berharap, baik pembangunan di Tabanan maupun di Desa Pekraman dan Desa Dinas agar bisa dikomunikasikan dengan baik serta dikoordinasikan. Apapun masalahnya , harus disampaikan dalam forum, sehingga Pemerintah bisa tahu apa yang menjadi kendala di masyarakat.

“Ada Kepala Desa, ada Wakil Rakyat, Bendesa Adat, komunikasikan dengan semua. Sehingga tidak ada yang namanya Desa tertinggal di Tabanan, dan ini sangatlah penting,” tutupnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini