nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Sarden Mengandung Cacing, MUI Minta Pemerintah Segera Menarik Produk

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 02 April 2018 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 02 337 1880786 soal-sarden-mengandung-cacing-mui-minta-pemerintah-segera-menarik-produk-bZ2CdJoZtf.jpg Petugas saat memeriksa sarden di Surabaya (Foto: Antara)

JAKARTA – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah menyayangkan atas pernyataan Menteri Kesehatan Nila F Moelook terkait sarden yang mengandung cacing terkesan asal bunyi.

“Pernyaatan yang asal bunyi tanpa melalui pemikiran yang mendalam dari seorang Menteri kesehatan,” katanya kepada Okezone, Senin (2/4/2018).

Ia meminta pemerintah segera menarik produk tersebut dalam jangka waktu maksimal selama 7 hari. Selain itu, pihak importir ikan kaleng juga harus dimintai pertanggungjawaban. “Karena telah menimbulkan keresahan bagi rakyat. Serta merusak ketahanan pangan Bangsa Indonesia,” tukasnya.

 (Baca: 27 Merek Sarden Mengandung Cacing Ditarik dari Peredaran di Lampung)

“Ini rasa-rasanya sulit untuk diterima nalar. menjawab keresahan publik dengan sekenanya itu sama artinya menkes tidak serius berempati atas situasi yang di hadapi masyarakat,” ungkapnya.

Dari pernyataan Menkes, Ikhsan berpendapat bahwa sarden bercacing asal China ini dianggap bukan persoalan kesehatan, sehingga Nila hanya merespons alakadarnya. “Bisa jadi, Menkes ini merasa hal ini bukanlah persoalan jadi cukup di respona sekenanya saja. Sikap yang seharusnya di tunjukkan oleh seorang Menkes adalah meminta dengan tegas kepada semua produsen atau distributor ikan Makarel dalam kemasan kaleng tersebut,” demikian terang Ikhsan.

 (Baca juga: BPOM Harus Selidiki Bahan Baku hingga Proses Impor Produk Ikan Makarel Mengandung Cacing)

Ikhsan menambahkan, pernyataan Menkes berakibat mengundang keresahan masyarakat dibuat semakin bertambah hingga gaduh oleh pernyataan Menkses bahwa cacing itu mengandung protein dan dianggap tidak akan menimbulkan masalah kesehatan bila termakan oleh manusia.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini